Kamis, 26 Mei 2022

Kemenag Sarolangun Ngaku Tak Miliki Data Jemaah Umrah

Jumat, 28 Januari 2022 | 15:58:07 WIB


Kepala Kemenag Sarolangun M Syatar
Kepala Kemenag Sarolangun M Syatar / Metrojambi.com

 SAROLANGUN - Puluhan jemaah umrah asal Provinsi Jambi dikabarkan terindikasi Covid-19 usai pulang dari tanah suci. Dari 54 orang jemaah umrah itu, 12 diantaranya sudah dijadwal kembali lagi ke Jambi, dan sisanya dikabarkan masih menjalani isolasi di Wisma Atlet, Jakarta.

Informasi yang didapat Metro Jambi, kepulangan 54 jamaah umroh itu berasal dari berbagai daerah. Mulai dari Kota Jambi, Kabupaten Merangin, dan Kabupaten Sarolangun.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sarolangun M Syatar mengatakan, dikarenakan di Sarolangun tidak ada cabang keberangkatan umrah, menjadi kendala untuk melakukan pendataan.

"Itukan hanya ada di Jakarta dan juga di Jambi, jadi keberangkatan ini walaupun dari Sarolangun dia tidak ada konfirmasi dengan kita," kata Syatar, Jumat (28/1/2022).

Menurut Syatar, masyarakat yang melaksanakan ibadah umrah itu berurusan langsung dengan pihak management travel.

Syatar mengatakan, pihaknya mengaku tidak dilibatkan dan tidak mengetahui berapa jumlah keberangkatan, siapa dan warga mana yang melakukan perjalanan tersebut.

"Sampai kini kami belum tau persis data jamaah umroh dari Sarolangun itu berapa orang kita tidak tau. Apalagi ini ada informasi ada yang terindikasi positif Covid-19," ujarnya.

Syatar memastikan untuk kini, baik dari laporan maupun kondisi kepulangan jamaah masih belum mendapati informasi.

Syatar melanjutkan, pihaknya belum juga ada melakukan kordinasi dengan Kemenag Provinsi ataupun Kota Jambi. "Kita mengimbau kepada masyarakat karena perjalanan umroh itu adalah pelaksanaan ibadah kita berharap juga agar keberangkatannya tidak ada masalah," ungkapnya.

"Kita harapkan supaya ingin berangkat umroh itu berkordinasi dengan kita, jika ada masalah jadi kita bisa membantu bahwa mereka betul sudah melapor kesini dan rekomendasi sudah kami kasih," pungkasnya.


Penulis: Mario Dwi Kurnia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments