Minggu, 27 November 2022

Pemprov Jabar Siap Bantu Jambi Soal Pengelolaan Hak Partisipasi Migas

Kamis, 03 Februari 2022 | 14:27:09 WIB


Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil (kiri) yang juga Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) dan Gubernur Jambi Al Haris (kanan).
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil (kiri) yang juga Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) dan Gubernur Jambi Al Haris (kanan). / ANTARA/HO-Humas Pemprov Jabar

BANDUNG - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat siap membantu Provinsi Jambi mewujudkan pengelolaan hak partisipasi atau participating interest (PI) sebesar 10 persen wilayah kerja minyak dan gas bumi.

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil yang juga Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) menyatakan kesiapan membantu Provinsi Jambi itu diutarakannya saat Gubernur Jambi Al Haris melakukan kunjungan kerja ke Bandung.

"Pak Gubernur Jambi beserta jajaran melakukan kunjungan kerja ke ke rumah dinas (Bandung). Kami mendukung penuh dan akan berupaya agar semua daerah ikut terlibat dalam pengelolaan migas. Saya sangat mendukung dan siap membantu lahir batin," ujar Ridwan dalam keterangan resminya di Bandung, Jabar, Kamis (3/2/2022).

PI 10 persen wajib ditawarkan kontraktor migas kepada BUMD atau BUMN, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 37 Tahun 2016.

Saat ini, Jambi masih berupaya terlibat dalam pengelolaan wilayah kerja migas melalui PI 10 persen yang banyak memberikan manfaat. Sementara Jabar dan Kalimantan Timur merupakan dua provinsi di Indonesia yang sudah berhasil mengelola PI 10 persen.

Dalam pengelolaan PI 10 persen, PT Migas Hulu Jabar sebagai BUMD Jabar sudah memperoleh keuntungan sehingga menambah pendapatan asli daerah yang dampaknya akan dirasakan masyarakat. Teknis pengelolaannya akan dipelajari oleh BUMD Jambi dalam pertemuan teknis berikutnya.

"Itu hak daerah, namanya PI 10 persen dari keuntungan blok migas di daerah harus diserahkan pada BUMD," kata Kang Emil.

Ia pun optimistis Jambi akan mampu mengelola PI 10 persen terlebih memiliki potensi migas cukup besar. "Kalau kami bisa, pastilah Jambi harus bisa," katanya.

Menurutnya, keuntungan dari keterlibatan pengelolaan tersebut nilainya bisa tembus Rp1 triliun. Potensi ini tentunya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Secara teori sudah dihitung nilainya besar bisa di atas Rp1 triliun, sehingga ini layak diperjuangkan karena ujungnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat Jambi," kata Kang Emil.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyebut telah mendapatkan rekomendasi dari Menteri ESDM agar mempelajari kesuksesan pengelolaan PI 10 persen kepada Jabar.

"Kami diberitahu oleh Menteri ESDM bahwa belajar lah ke Jabar karena sukses mengelola PI 10 persen. Makanya, saya langsung datang," katanya.

Ia akan segera mengirimkan SDM (sumber daya manusia) ke PT Migas Hulu Jabar untuk mempelajari sistem pengelolaan PI 10 persen.

"SDM-nya akan kami kirim untuk belajar ke Jabar dan saya harap juga Jabar ada yang ke Jambi untuk melihat langsung kondisi lapangan," tuturnya.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments