Rabu, 7 Desember 2022

Kabupaten Muarojambi Rawan Kerusakan Ekosistem Gambut

Rabu, 30 Maret 2022 | 21:23:24 WIB


Asnelly
Asnelly / Metrojambi.com

 JAMBI - Rencana perlindungan dan pengelolaan ekonomi gambut (RPPEG), Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) yang berada di wilayah Jambi diidentifikasi untuk melakukan penyusunan.

Tim penyusun dokumen itu menemukan aktivitas perekonomian yang mengancam, hingga lahan gambut yang rusak.

Berdasarkan data pada tahun 2021, berkisaran seluas 864.498 hektare kesatuan hidrologi gambut di Jambi, sebagian besar berada di wilayah Tanjungjabung Timur (Tanjab Timur), Tanjungjabung Barat (Tanjab Barat), dan berada di Muarojambi.

"Data ini perlu diverifikasi dan dicocokkan lagi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," kata Ketua Tim Penyusun RPPEG Provinsi Jambi Asnelly, Rabu (30/3).

Sedangkan berdasarkan data tahun 2019, ekosistem gambut yang terbakar berkisar 85.869 hektare. Kebakaran area gambut, terbesar terjadi di wilayah Kabupaten Muarojambi yakni 56.217 hektare.

"Kerusakan pada gambut biasanya terjadi disana. Karena di Muarojambi banyak perusahaan, dan kebakaran juga paling banyak di Muarojambi," ujarnya.

Ia menyampaikan, kerusakan pada ekosistem gambut dikarenakan pengelolaan yang salah.

"Benar salah. Karena di sekitaran lahan gambut itu dibangun kanal perkebunan sawit. Lahan gambut itu seharusnya tergenang air, malah jadi kering, dan juga rawan terjadinya kebakaran. Dalam jangka waktu yang panjang, lahan gambut dapat kering total (permanen). Saat turun hujan air hanga lewat," pungkasnya.


Penulis: Ichsan
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments