Rabu, 28 September 2022

Firdaus Tewas Dimutilasi, Harimau Sumatera Mengamuk di Eks HPH PT PIW

Selasa, 29 Maret 2022 | 07:34:33 WIB


Evakuasi terhadap jenazah korban terkaman harimau di area konsensi PT Putraduta Indah Wood, Desa Pematangraman, Kecamatan Kumpehilir, Kabupaten Muarojambi
Evakuasi terhadap jenazah korban terkaman harimau di area konsensi PT Putraduta Indah Wood, Desa Pematangraman, Kecamatan Kumpehilir, Kabupaten Muarojambi / Metrojambi.com

JAMBI - Harimau sumatera mengamuk di area konsesi PT Putraduta Indah Wood, Desa Pematangraman, Kecamatan Kumpehilir, Muarojambi. Seorang pekerja asal Riau, Firdaus (42), tewas setelah dicabik-cabik si raja hutan itu, Jumat (25/3) lalu.

Informasi yang dihimpun Metro Jambi, pada Jumat itu Firdaus bekerja bersama tiga rekannya, Ariyanto (17), Ilham Dwi Novian (17) dan Putra Irawan (21). Mereka dipekerjakan oleh kontraktor yang menangani pekerjaan rel jalur angkut kayu PT Putraduta Indah Wood. 

Saat jam istirahat, sekitar pukul 13.00 WIB, Firdaus bersama Ariyanto. Sedangkan Ilham Dwi Novian dan Putra Irawan berada di atas ekskavator.

“Saat itu korban bersama tiga rekan kerjanya di dalam kawasan hutan PT PIW di kilometer 27,” ungkap Kapolsek Kumpehilir AKP Dedi Subandi, Senin (28/3).

Dedi menyatakan bahwa pihaknya baru mendapat laporan kejadian tersebut pada Sabtu (26/3). Polisi dan petugas BKSDA menuju lokasi pada Minggu (27/3) untuk memeriksa dan mengevakuasi korban.

Menurut keterangan saksi yang dihimpun polisi, saat sedang beristirahat itu Ilham dan Putra melihat harimau berjalan mendekati Firdaus. “Saat itu Ilham langsung berteriak ke arah korban dan Ariyanto,” ungkap Dedi.

Mendengar teriakan itu, Ariyanto berlari ke arah eksavator. Sedangkan Firdaus, warga Jalan Manggis Desa Perawangbarat, Kecamatan Tualang, Siak, itu berlari ke dalam semak-semak, menjauh dari ekskavator.

Ilham melihat harimau mengejar Firdaus ke dalam semak. “Ilham, Putra dan Ariyanto mendengar satu kali teriakan korban meminta tolong. Setelah itu tidak ada lagi terdengar teriakan,” kata Dedi.

Ketakutan, ketiga rekan Firdaus keluar dari lokasi menuju pemukiman terdekat, yakni Desa Pancoran, untuk meminta pertolongan pada Sabtu (26/3). Tidak adanya jaringan komunikasi membuat mereka tidak bisa langsung memberi kabar.

Atas laporan ketiganya, warga menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Firdaus ditemukan tidak jauh dari lokasi terakhir dia terlihat.

“Korban ditemukan telah meninggal dunia dalam keadaan bagian kepala, kaki dan jari-jari tangan sudah tidak ada lagi,” ujar Dedi.

Informasi lain menyebutkan bahwa tengkorak kepalanya ditemukan tak jauh dari bagian tubuh lainnya.

Usai diidentifikasi dan dievakuasi, mayat Firdaus diangkut ke daerah asalnya dengan ambulan pemerintah setempat.

Kasi Wilayah II BKSDA Jambi Didi Bangkit Kurniawan mengatakan bahwa BKSDA sudah mendapat informasi soal kejadian itu pada Jumat malam.

“Kejadian Jumat pagi. Mereka (rekan-rekan Firdaus, red) minta pertolongan ke Desa Pancoran. Kemudian menghubungi BKSDA Jambi,” ungkapnya. Keesokan harinya, warga beramai-remai menuju lokasi.

Didi memastikan bahwa Firdaus memang dimangasa harimau. Di lokasi kejadian ditemukan jejak harimau. Ketiga rekan korban juga melihat langsung harimau tersebut. BKSDA mengambil titik koordinasi dan memastikan lokasi kejadian masuk ke dalam konsesi PT PIW.

Sebelum di Muarojambi, beberapa hari lalu penampakan jejak Harimau sumatera mengagetkan warga Desa Singkawang, Kecamatan Muarabulian, Batanghari. Sebelumnya, sapi warga Pemayung dan Bajubang ditemukan tewas diduga dimangsa sang datuk. 


Penulis: ich/mrj
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrh


TAGS:


comments