Senin, 6 Februari 2023

Warga Keluhkan Keberadaan Pasar Malam di Jalan Pancasila Sungaipenuh

Senin, 09 Mei 2022 | 18:45:51 WIB


/ Metrojambi.com

 SUNGAIPENUH - Keberadaan pasar malam di Jalan Pancasila, tidak jauh dari jembatan layang Kota Sungaipenuh membuat resah dan dikeluhkan warga. Selain menyebabkan kemacetan pada malam hari, juga ditenggarai ada praktik judi di arena pasar malam yang dibuka sejak malam Idul Fitri 1443 Hijriah itu.

"Memang hadiahnya rokok dan sebagainya. Tapi untuk bermain pengunjung harus membayar sejumlah uang, baik itu di permainan bola gelinding, lempar gelang, dan lainnya," kata Roni, salah seorang pengunjung.

"Kini sudah berjalan sepekan. Aktivitas pasar malam juga menyebabkan kemacetan jalan dan sangat merugikan para pengunjung," ujarnya menambahkan.

Beberapa warga lainnya menyebutkan, kegiatan yang menggunakan rokok dan minuman kemasan ini sebagai taruhan terkesan dibiarkan oleh aparat setempat.

“Banyak yang membeli sampai ratusan ribu rupiah, hadiahnya rokok, minuman kemasan dan berupa barang sembako yang ditetapkan pengelola,” sebut salah seorang warga yang minta namanya tidak dituliskan.

Warga tersebut tidak menapik jika pasar malam merupakan bagian dari hiburan rakyat, karena ada wahana hiburan berupa tong setan, komedi putar, bianglala, dan lain sebagainya. Tapi sepertinya wahana tersebut dinilai hanya sebagai pemanis semata.

“Lumayan banyak wahananya, tapi yang ramai adalah permainan bola gelinding yang berbau judi dengan menyediakan hadiah seperti rokok dan lain-lain,” bebernya.

Warga lainnya juga mengatakan jika wahana permaimam yang ada cuma pemanis. Sedangkan yang banyak diminati pengunjung adalah arena permainan.

"Disana juga menyebabkan kemacetan, karena lokasi tepat di samping jalan raya arah jembatan layang, bahkan macet bisa sampai dua kilometer," sebutnya.

Untuk diketahui, praktik perjuadian berkedok pasar malam sudah sering digelar di Kerinci. Namun sayangnya pihak Pemerintah terkesan tutup mata atas permasalahan tersebut.


Penulis: Dedi Aguspriadi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments