Rabu, 28 September 2022

Pedagang yang Berkelahi Hingga Menghilangkan Nyawa Pembelinya Dikenakan Sanksi Adat

Rabu, 11 Mei 2022 | 22:01:37 WIB


/ Metrojambi.com

 MUARABUNGO - Pedagang buah di Pasar Tradisional Modern (PTM) Bungo, Iwan (44) warga Dusun Lubuklandai, Kecamatan Tanahsepenggal Lintas yang berkelahi hingga menewaskan pembelinya, Ashari (40) Warga Tanjunggedang, Kecamatan Pasar Muarabungo dikenakan sanksi adat.

Sanksi terhadap pelaku dijatuhkan dalam sidang adat yang dilakukan oleh Lembaga Adat kedua belah pihak di kantor Camat Pasar Muarabungo, Rabu (11/5).

Dalam sidang tersebut, pelaku dikenakan sanksi adat berupa sanksi "Bangun Mati" dengan wajib membayar Rp 25 juta sebagai hukum adat.

Salah satu pengurus Lembaga Adat Bungo, H. Hasan Ibrahim menyebutkan bahwa sidang adat tersebut dilakukan terhadap seluruh pelaku yang melakukan pelanggaran adat.

Pelaku yang menghilangkan nyawa seseorang, maka akan diberikan sidang adat bangun mati, dengan wajib membantai satu ekor kerbau.

"Bangun mati itu yakni kerbau satu ekor, beras 100 gantang, kelapa 100 tali, selemak semanih, lembago ninek mamak delapan kayu kain," kata Hasan Ibrahim.

Dikatakannya juga, selain diberikan sanksi adat, pelaku dan keluarga korban juga akan dilakukan pengangkatan saudara. Hal itu dilakukan agar keluarga korban yang ditinggalkan juga menjadi tanggung jawab pelaku.

"Pelaksanaan adat nanti kita lakukan di Kantor Camat Pasar Muarabingo, hari Sabtu (25/5). Disana akan kita berikan tunjuk ajar kepada keluarga kedua pihak agar paham tentang maksud dari pengangkatan saudara," tuturnya.

Sementara itu, terkait hukuman pidana yang dijalani oleh pelaku, Hasan Ibrahim menyebut itu menjadi tanggung jawab penegak hukum. Namun, harapannya dengan adanya perdamaian dan pelaksanaan hukum adat ini, penegak hukum dapat menerapkan restoratif justice.

"Lembaga adat dan penegak hukum sudah berkomitmen jika mampu diselesaikan oleh adat dan perdamaian kenapa harus dilakukan hukum pidana. Kerena itu semoga nanti pelaku diterapkan restoratif justice," demikian Hasan Ibrahim.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments