Rabu, 28 September 2022

Realisasi Dumisake Masih Nol

Rabu, 18 Mei 2022 | 07:08:28 WIB


Agus Pirngadi
Agus Pirngadi / dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Realisasi anggaran program unggulan Gubernur Al Haris Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake) masih nol persen. Walau sudah digedor sejak awal tahun, sampai kini belum satu pun organisasi perangkat daerah yang merealisasikannya.

Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Jambi Agus Pirngadi membenarkan hal tersebut. “Untuk saat ini belum ada pencairannya, realisasinya  masih nol,” ungkapnya singkat, Selasa (17/5).

Kabid Perbendaharaan BPKPD Provinsi Jambi Fathurahman memastikan sejauh ini belum satu pun  OPD mengajukan pencairan dananya. “Realisasinya belum ada dari OPD karena OPD yang menjalankan juga belum mengajukan anggaran untuk dicairkan,” ujarnya.

Belum tahu pasti penyebab molornya realisasi dana Dumisake ini. “Yang tahu itu di OPD terkait kenapa belum direalisasikan, kan mereka pelaksananya,” jelasnya.

Diakui Fathurahman, Gubernur Al Haris telah memperingatkan OPD-OPD pelaksana program Dumisake. Semuanya ditaget mulai merealisasikannya pada Agustus mendatang.

“Mungkin karena masih ada hal teknis yang harus disusun agar program Dumisake ini bisa dijalankan dengan baik," katanya lagi.

Pada Maret 2022,  Gubernur Al Haris sempat mengeluarkan pernyataan tegas terkait tidak berjalannya Dumisake.

“Kita evaluasi kepala OPD-nya nanti jika program Dumisake ini tidak berjalan. Kita sudah minta mereka untuk mencari formulanya. Sampai sekarang belum ada progresnya,” ujar Haris saat itu.

Dia mengatakan, program unggulan Jambi Mantab itu bertujuan  membangu menekan kemiskinan. Dia mendesak OPD terkait segera mencari regulasi yang pas untuk menjalankannya sehingga anggarannya tepat sasaran.

“Memang ada yang belum ketemu formulasinya di OPD dalam menjalankan program Dumisake ini,” aku Al Haris. Dia meminta para kepala OPD segera menjalankan program Dumisake tanpa harus ditekan.

“Saya akan pijak gas sedikit, agar mereka bisa nyambung dalam merealisasikan itu,” katanya.

Anggaran Dumisake menyebar di sejumlah OPD. Salah satunya dia Dinas Perkebunan. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agusrizal menjelaskan, salah satunya yang masuk Dumisake adalah bantuan benih kopi dan bibit sawit serta pembukaan lahan tanpa membakar dengan anggaran Rp 700 juta.

Diakui Agustizal bantuan bibit belum terealisasi karena pihaknya masih menunggu bibit itu sendiri. “Karena benih belum tersedia. Itu kan masih menunggu masa pertumbuhannya. Jadi Dinas Perkebunan masih menunggu ketersediaan benih itu sendiri,” sebutnya.

Ada juga bantuan pasca panen, yakni pengolahan kopi. “Kalau untuk pengelolaan kopi saat ini sedang dalam proses. Dumisake ini program yang diperuntukkan masyarakat tidak mampu. Penyalurannya melalui kelompok,” pungkasnya.


Penulis: chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments