Senin, 26 September 2022

Cegah Serangan PMK, Disbunakan Tebo Awasi Ternak

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:36:17 WIB


ilustrasi hewan ternak
ilustrasi hewan ternak / Istimewa

MUARATEBO - Dinas Perkebunan Perternakan dan Perikanan (Disbunakan) Kabupaten Tebo memastikan belum ada ternak sapi, baik dari pedagang maupun sapi perah, yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Petugas dari Disbunakan Tebo sendiri secara intensif melakukan pengawasan terhadap ternak sapi dan kambing guna mencegah wabah tersebut.

Kepala Disbunakan Tebo, Casdari mengatakan, sampai saat ini belum ada temuan kasus ternak sapi dan kambing terpapar PMK. Namun demikian, pihaknya akan tetap meningkatkan kewaspadaan. Sebab, PMK cepat menular dari satu hewan ke hewan lain.

"Di Tebo belum ada indikasi penyebaran wabah PMK kepada hewan ternak. Kami bersama unsur kepolisian dari Polres Tebo telah mendatangi peternak agar mereka mengenali gejalanya sebagai antisipasi jika penyakit ini muncul," katanya.

Casdari menyatakan, gejala awal sapi terpapar penyakit ini bisa dilihat dari tanda-tanda seperti suhu tubuh panas atau demam.

Kemudian mulut sapi mengeluarkan air liur belebih atau ngiler dan berbusa, serta luka dan melepuh pada bagian mulut, lidah, dan kaki, sapi terlihat lemas, dan lebih sering berbaring.

Ia mengimbau, jika petani melihat gejala awal tersebut, sebaiknya langsung melaporkan ke petugas kesehatan hewan Dispernakan Tebo.

Serta segera memisahkan hewan yang sakit dari yang sehat supaya tidak tertular, agar tidak semakin banyak hewan tertular. "Sapi yang terserang penyakit ini, jantungnya juga akan terlihat berwarna belang ," ujar Casdari.

Sebagai antisipasi penyakit ini, tutur Casdari Disbunakan Tebo mengimbau peternak waspada ketika mendatangkan sapi dari luar. "Sebab ternak sapi di provinsi lain itu telah banyak yang terjangkit," pungkasnya.


Penulis: Suci Ramadhan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments