Jumat, 1 Juli 2022

RSU Royal Prima Disegel

Tanpa IMB, Dirikan Bangunan di Atas Drainase

Rabu, 26 Januari 2022 | 07:10:34 WIB


Rumah Sakit Umum Royal Prima Jambi di Jalan Raden Wijaya, Kebonkopi, Jambi Selatan.
Rumah Sakit Umum Royal Prima Jambi di Jalan Raden Wijaya, Kebonkopi, Jambi Selatan. / Istimewa/alodokter

JAMBI - Pemerintah Kota Jambi menyegel bangunan Rumah Sakit Umum Royal Prima Jambi di Jalan Raden Wijaya, Kebonkopi, Jambi Selatan. Gedung tersebut berada di atas alur sungai dan dibangun tanpa izin mendirikan bangunan (IMB).

Penyegelan dilakukan oleh Satpol PP Kota Jambi, Selasa (25/1). Sebelum penyegelan, Kasat Pol PP Kota Jambi Mustari Affandi dan sejumlah staf serta penyidiknya mengecek bagian dalam gedung tersebut.

Usai pengecekan, personel Satpol PP memasang stiker penyegelan. Mustari mengatakan, bangunan tersebut melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Bangunan.

“Ini tidak ada izinnya. Kita hentikan aktivitasnya karena kita tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Seperti, misalnya, gedung roboh dan lainnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, segel tersebut dapat dibuka setelah pihak RSU Royal Prima Jambi mengurus persyaratan administrasi dan mematuhi ketentuan.

Ditanya kenapa pihak RS tidak dikenakan denda atas pelanggaran yang dilakukan, Mustari menyatakan akan mempelajarinya terlebih dahulu. “Denda maksimal Rp 50 juta. Nanti akan diperiksa dahulu oleh penyidik. Peluang denda itu ada,” kata dia.

Mustari menyatakan, pihak RSU Royal Prima harus segera menyelesaikan pengalihan drainase, seperti diusulkan beberapa waktu lalu. Diketahui, persiapan saluran drainase baru masih berproses.

“Mereka mengusulkan pengalihan drainase, yang mana itu pembiayaannya mereka tanggung sendiri. Sudah ada rekomendasinya dari instansi terkait,” jelasnya.

RSU Royal Prima Jambi adalah salah satu dari sejumlah rumah sakit dalam jaringan Royal Prima. Selain di Kota Jambi, Royal Prima juga memiliki rumah sakit di Medan, Sumatera Utara.

Beroperasi sejak 2012, RSU Royal Prima Jambi memiliki fasilitas sekitar 100 kamar berbagai kelas dan sejumlah dokter spesialis. Pembangunan gedung RS ini terus berkembang.

Kabag Umum RSU Royal Prima Jambi Hiskia Meliala menyatakan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan penyegelan tersebut. Katanya, manajemen RS tersebut akan kooperatif dengan pemerintah.

“Tidak (keberatan). Lagian ini bangunan belum difungsikan. Kita taatlah dengan pemerintah, termasuk nantinya apakah akan dikenakan denda, juga akan kita ikuti,” ujarnya.

Kabid Perizinan dan Nonperizinan Pembangunan dan Lingkungan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Jambi Legino K mengatakan, pengalihan arus sungai oleh RSU Royal Prima sudah mendapatkan kajian teknis dari Dinas Perkim dan Dinas PUPR.

Menurut Kadis Perkim Kota Jambi Mahruzar, pengajukan pengalihan sungai RSU Royal Prima diterimanya pada  2018. “Asal ada persetujuan, itu dibenarkan,” kata dia.

Konsekuensinya, tambah Mahruzar, pihak RS membuat saluran sendiri dengan biaya sendiri. “Kami sudah pernah turun ke lapangan dan waktu itu sudah dibuat sehingga IMB-nya bisa dikeluarkan,” ujarnya.

Fakta saat penyegelan, sebagian bangunan RSU Royal Prima masih berada di atas saluran sungai, yang dinilai banyak kalangan menyalahi peraturan.


Penulis: Nita Priyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments