Senin, 27 Juni 2022

Tiga Bulan Dievaluasi

Al Haris Lantik Pj Bupati Muarojambi, Sarolangun, dan Tebo

Senin, 23 Mei 2022 | 07:57:09 WIB


Pelantikan Penjabat Bupati Sarolangun, Muarojambi dan Tebo di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi, Minggu (22/5)
Pelantikan Penjabat Bupati Sarolangun, Muarojambi dan Tebo di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi, Minggu (22/5) / Metrojambi.com

 JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris menyatakan akan mengevaluasi tiga penjabat bupati yang dilantiknya pada Minggu (22/5). Hasil evaluasi dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri.

Al Haris melantik Bachyuni Deliansyah sebagai Pj Bupati Muarojambi; Aspan sebagai Pj Bupati Tebo; dan Henrizal sebagai Pj Bupati Sarolangun. Bayu –sapaan Bachyuni— adalah Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah Provinsi Jambi.

Sedangkan Aspan adalah mantan Kepala Dinas PUPR Merangin yang diplot Haris menduduki kursi Asisten II Setda Provinsi Jambi. Henrizal adalah mantan Sekretaris DPRD Tanjab Barat yang ditarik menjadi Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Jambi.

“Kita akan kontrol mereka. Tiga bulan sekali wajib melapor dengan kami ke Mendagri,” tegas Haris usai pelantikan yang digelar di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi. Acara pelantikan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Mantan Bupati Merangin dua periode ini berharap ketiganya bekerja dengan baik sesuai aturan yang berlaku. “Bekerja sesuai undang-undang, yang amanah,” harapnya.

Gubernur meminta ketiga Pj tetap mengendalikan Covid-19, memulihkan ekonomi dan menstabilkan harga pangan di masing-masing daerah.

Terkait tahapan pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2024, Gubernur berpesan agar ketiganya menjaga hubungan baik dengan para pejabat lain dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan DPRD.

“Karena pemerintah masih dalam pemulihan ekonomi masyarakat, jaga hubungan baik dengan Forkopimda,” tegasnya. Katanya, Pj bupati juga harus kuat dan bisa membuat tenang masyarakat.

Haris menambahkan, bila dalam evaluasi nantinya diketahui kinerja masing-masing Pj tidak sesuai harapan, dia bisa saja menariknya kembali. 

“Seandainya mereka di lapangan tidak sesuai dengan konteks yang ada atau melanggar dari konteks yang ada, evaluasi kita ke Kemendagri dan sudah tidak pas, ya, kita tarik lagi ke provinsi,” tegas dia.

Walau evaluasi per triwulan, masa jabatan masing-masing Pj bupati adalah satu tahun. “Boleh diperpanjang kalau hasil evaluasinya baik,” kata Haris. Bisa pula diganti pejabat lainnya bila hasil evaluasinya mengecewakan.

Ditanya kenapa pilihannya jatuh kepada Bayu, Aspan dan Henrizal, Haris menjelaskan bahwa Pemprov Jambi hanya mengusulkan nama ke Mendagri. “Mereka (Kemendagri) yang pilih. Kita ajukan tiga nama per daerah,” tutup Haris.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman memastikan bahwa ketiga Pj bupati yang baru dilantik tersebut tetap menduduki jabatan definitif sebagai pejabat eselon II di Pemprov Jambi.

Program-program di OPD masing-masing tetap berjalan semestinya. Sebab, “masing-masing Pj bupati itu akan menunjuk pelaksana harian dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya di Pemprov Jambi,” ujar Sudirman.

Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto memberikan lima catatan bagi masing-masing Pj bupati. Di antaranya, dapat menegakkan dan menjaga empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kedua, Pj bupati harus segera melakukan konsolidasi dengan OPD hingga ke kepala desa untuk membahas RPJMN, RPJMD Provinsi dan RPD. “Yang ketiga, harus mengevaluasi pejabat dengan sistem meritokrasi, bukan kleptokrasi,” ujarnya.

Tak lupa dia mengingatkan agar Pj bupati memperhatikan tujuh indikator kesejahteraan nasional, yakni angka kemiskinan, pengangguran, kematiam ibu melahirkan, kematian bayi, indeks pembangunan manusia, pendapatan per kapita dan Gini ratio.

“Yang terakhir, semangat reformasi birokrasi yang bebas dari korupsi,” pungkasnya.


Penulis: chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments