Kamis, 8 Desember 2022

Sidang Kasus Penyalahgunaan Dana BUMDes Olak Besar Digelar In-Absentia

Rabu, 08 Juni 2022 | 14:38:07 WIB


Sidang kasus penyalahgunaan Dana BUMDes Olak Besar, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari dengan terdakwa Muhammad Atiq pada Senin (6/6) telah digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.
Sidang kasus penyalahgunaan Dana BUMDes Olak Besar, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari dengan terdakwa Muhammad Atiq pada Senin (6/6) telah digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi. / Istimewa

JAMBI - Sidang kasus penyalahgunaan Dana BUMDes Olak Besar, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari dengan terdakwa Muhammad Atiq pada Senin (6/6) telah digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Yofistian itu digelar secara In-Absentia, dimana terdakwa tidak hadir di persidangan. Sidang beragendakan pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Kasus ini berawal saat BUMDes Snapu Jaya, Desa Olak Besar menerima dana penyertaan modal sebesar 262 juta. Oleh Direktur BUMDes Snapu Jaya, yakni Muhammad Atiq dipergunakan untuk kepentingan pribadi yakni untuk usaha DO sawit dengan menyetor keuntungan rutin tiap bulannya.

Hasil Audit Inspektorat Daerah menyatakan jika penggunaan uang BUMDes Snapu Jaya tidak sesuai peruntukannya sehingga merugikan keuangan negara sekitar Rp 150 juta.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Jambi Lexy Fatharany, Rabu (8/6), mengatakan bahwa jika sidang In-Absentia telah diatur dalam Pasal 38 Ayat (1) UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan harus memenuhi persyaratan antara lain pelaku tidak kooperatif dalam proses hukum seperti tidak hadri dalam pemeriksaan tingkat penyidikan hingga penuntutan.

"Kasus korupsi BUMDes Olak Besar di Tembesi benar telah disidangkan secara in absentia, hal ini sudah sesuai Pasal 38 Ayat (1) serta memperhatikan tidak kooperatifnya Terdakwa Muhammad Atiq, kita juga masih berupaya melakukan penangkapan karena tersangka sudah masuk dalam DPO," ujarnya.


Penulis: Ichsan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments