Kamis, 7 Juli 2022

Polda Jambi Tangkap 10 Pelaku Penambangan Minyak Ilegal di Bajubang

Rabu, 22 Juni 2022 | 14:23:25 WIB


/ Metrojambi.com

JAMBI - Tim Opsnal Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menangkap 10 orang pelaku penambangan minyak ilegal atau illegal drilling di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu (11/6) malam sekira pukul 22.30 WIB. Pelaku yang ditangkap yakni Dedi (29) sebagai penjaga bak seler, Ahmad Johanes (31) sebagai pemolot, Sumantru Ginting (49) sebagai pemolot, Azman (33) sebagai pemolot, Jaslani (52) sebagai pemolot, Amin Ridlo (28) sebagai pemolot, Sopian Hadi (21) sebagai pemolot, Anjas Mara Sitompul, Daniel Hasiolan Sitompul (20) sebagai pemolot, dan Juanfelik Siagian (22) sebagai pemolot.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Handoyo Yudhy Santoso mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi adanya kegiatan eksploitasi minyak bumi yang terjadi di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

"Menindaklanjuti informasi itu tim langsung melakukan pengecekan. Setelah memastikan informasi yang diperoleh benar adanya, kita lantas melakukan penangkapan," kata Handoyo, Rabu (22/6).

Ditambahkan Handoyo, saat diamankan para pelaku sedang melakukan eksploitasi minyak bumi dan beberapa pelaku lainnya sedang istirahat.

Baca juga : Sehari Bisa Hasilkan Dua Hingga Tiga Drum Minyak Ilegal

Handoyo mengatakan, para pelaku melakukan eksploitasi minyak bumi dengan cara memasukan pipa canting yang telah diikat dengan tali, kemudian ditarik menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi.

Lebih lanjut, Handoyo mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pemodal aktivitas penambangan minyak ilegal itu.

"Siapa pemilik modal masih kita dalami. Dan pengakuan dari para pelaku ini baru pertama kalinya," kata Handoyo.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni 9 unit motor yang telah dimodifikasi, 9 rol tali tambang, 7 buah canting besi, dan 2 buah canting paralon.

Para pelaku disangkakan Pasal 40 angka 7 UU Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja perubahan atas pasal 52 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang migas Jo Pasal 55 ayat 1 Ke1 KUHPidana.

"Para pelaku diancam pidana paling lama 6 tahun penjara, dan denda 60 miliar rupiah," tandasnya. 


Penulis: Ichsan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments