Senin, 27 Juni 2022

Galau Masalah Rezeki, Ini Pesan Aa Gym

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:14:29 WIB


KH.Abdullah Gymnastiar
KH.Abdullah Gymnastiar / Istimewa

SUATU saat kalau kita melamar kerja, tidak perlu pakai kata-kata yang bohong. Lurus-lurus saja dan apa adanya. Sebelum berangkat melamar kerja maka berdoalah kepada Allah yang mengatur, karena Allah yang menentukan apakah kita diterima atau tidak diterima.

“Ya Allah, yang maha tahu segala-galanya, beri saya pekerjaan yang membuat dekat denganmu, yang membuat saya hidup lebih bermanfaat bagi banyak orang, engkau yang memiliki segala perusahaan,  tidak ada yang terjadi sesuatu apapun kecuali dengan izinmu.”

Kemudian upayakan melakukan sholat sunnah dua rakaat sebelum berangkat, kemudian berangkatlah dengan hati yang tenang, dengan meyakini bahwa semuanya sudah diatur oleh Allah Ta’ala.

Kalau diwawancara maka jawablah dengan jujur dan apa adanya, ketika ditanya gaji maka jawab dengan keinginan kita tanpa harus muter kemana-mana, tidak perlu merekayasa kata-kata, berbicaralah secukupnya dengan mengatakan sesuatu yang harus dikatakan.

Berdagang juga demikian, jangan memuji-muji barang secara berlebihan, sehingga membuat orang berekspetasi lebih juga, yang pada akhirnya mengecewakan orang. Misalkan dengan mengatakan “ini mau super, lihatnya saja sudah jadi superman, diminum jadi spiderman”, maka tidak perlu sampai segitunya, ingat Allah maha mendengar apa yang kita ucapkan meskipun orang lain tidak tahu kebenaran apa yang kita sampaikan.

Jangan takut tidak laku barang dagangan kita, karena Allah yang sudah menjamin rezeki kita, tapi takulah kalau kita tidak jujur dalam berniaga. Karena sama saja, yang laku atau yang laris Allah yang memberi dan yang tidak laku Allah juga yang memberi. Jadi ini hanya tentang waktu saja, kapan Allah memberi kita rezeki yang lebih dan kapan Allah mencukupkan rezeki kita, yang barang mahal maupun yang murah Allah juga yang memberi rezekinya.

Allah adalah satu-satunya yang memberi rezeki, sesuai dengan namanya yaitu ar-rozak. Pembeli adalah makhluk Allah, yang digerakkan hatinya oleh Allah juga. Ketika pembeli datang, belum tentu uang yang dia bawa adalah rezeki kita, boleh jadi ia hanya mampir sebentar dan mencoba saja. Jadi kita tidak perlu kecewa karena rezeki sudah ada yang mengatur.


Penulis: KH.Abdullah Gymnastiar
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Daaruttauhid.org


comments