Selasa, 9 Agustus 2022

Infrastruktur Kawasan Wisata di Batang Asai Butuh Dukungan Pemerintah

Senin, 10 Januari 2022 | 08:02:51 WIB


/ Metrojambi.com

 SAROLANGUN - Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun diketahui memiliki segudang wisata yang patut diperhitungkan dan bisa meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

Berjarak puluhan kilometer dari pusat kota Kabupaten Sarolangun, namun Kecamatan Batang Asai masih tergolong kurang akan sentuhan pembangunan.

Camat Batang Asai Junaidi mengatakan, untuk keindahan alam daerahnya itu memiliki bermacam objek wisata, baik yang sudah dikenal maupun baru dikembangkan.

"Kalau ceritanya lebih dari 20 kawasan, namun yang naik kepermukaan atau terkenal di tingkat nasional itu ada beberapa, diantaranya itu Bukit Tempurung," ujarnya, Minggu (9/1).

Menurut Junaidi, objek wisata Bukit Tempurung yang terletak di Desa Lubuk Bangkar maupun Desa Pulau Selak Barum biasa dikunjungi wisatawan dari luar maupun dalam daerah.

Selain puncak Tempurung, objek wisata Tanjung Meranti dibagian hulu Desa Sungai Keradak, juga amat diminati wisatawan ketika berkunjung ke wilayah Batang Asai.

"Di ujungnya ada wisata baru yaitu Lubuk Pelanca, tempatnya juga sangat menyenangkan. Kalau ke sana, ada yang akan membatu kita, penginapan dan perahu untuk bermain juga tersedia," jelasnya.

Fasilitas pelatihan arung jeram bagi wisatawan juga disiapkan. Hingga menuju objek wisata lain, seperti air terjun Telun Tujuh di Desa Bukit Berantai.

Wisata Telun Mombung dan Telun Pauh di Desa Muaro Suban juga bisa menjadi alternatif wisatawan di daerah tersebut.

Ketua Pokdarwis Tanjung Meranti Robi mengharapkan adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk membantu perbaikan infrastruktur menuju objek-objek wisata tersebut. "Baik infratruktur menuju air terjun, kemping dan arung jeram," ujarnya.

Robi mengatakan, kurangnya bantuan dan suport dari pemerintah daerah dan desa penyebab dari terlambatnya kemajuan objek wisata.

"Dukungan sangat kurang dan tidak ada kepercayaan dari pemerintah desa untuk mengembangkan kawasan wisata ini. Yang ada hanya kita dari swadaya masyarakat," katanya.


Penulis: Mario Dwi Kurnia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments