Sabtu, 13 Agustus 2022

Kasus PMK Sapi di Muarojambi Meluas

Kamis, 23 Juni 2022 | 07:26:54 WIB


Surya Kencana, Kepala Bidang Perlindungan Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi
Surya Kencana, Kepala Bidang Perlindungan Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi / Metrojambi.com

SENGETI - Penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) sapi di Muarojambi kian luas. Sepekan terakhir, Dinas Peternakan Kabupaten Muarojambi mencatat kenaikan kasus secara signifikan, yakni 108 sapi.

Kepala  Bidang Perlindungan Perkebunan dan Peternakan Muarojambi Surya Kencana menuturkan, dari 108 ekor yang terdeteksi PMK, sebanyak 27 ekor dinyatakan positif. “Awalnya hanya satu, tapi sepekan ini meledak jadi 108 sapi,” ujarnya, Rabu (22/6).

Satu kasus PMK sapi sebelumnya terdeteksi di Desa Bukitsubur, Bahar Selatan. Sedangkan kini meluas ke Sekernan, Mestong, Tanjung Pauh, Bahar Utara, Talang Pelita, dan Bukit Baling.

Menurut Surya, sapi yang terpapar bukanlah jenis lokal, melainkan dari luar daerah. Pemkab Muarojambi telah membuat surat edaran agar sapi dari luar daerah harus mendapat surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

“Disbunak sudah membentuk tim gugus tugas untuk memberikan edukasi dan informasi mengenai PMK dan telah membuat surat edaran dari tanggal 14 Mei, bahwa sapi dari luar daerah harus memliki SKKH,” jelasnya

Wilayah terbanyak sapi terpapar kasus PMK adalah Bahar Utara, yaitu Desa Talang Bukit, sebanyak 22 kasus.

Surya memastikan bahwa penyakit PMK sapi tidak menular kepada manusia dan bisa disembuhkan jika ditangani dengan tepat. Dagingnya, kata dia, tetap bisa dikonsumsi, kecuali beberapa bagian.

“PMK menular sangat cepat, tetapi tidak menular kepada manusia,” tegasnya. Sapi yang terpapar akan diisolasi dan diberi antibiotik. Kandangnya disemprot disinfektan.

“Paling cepat 20 hari bisa sembuh. Jika dikonsumsi, harus ada beberapa bagian yang di buang, di antaranya kepala, kaki, dan isi perutnya,” kata Surya.

Dia mengimbau pemilik sapi yang terpapar PMK segara melapor ke Disbunak. Katanya, atas laporan itu, tim yang telah dibentuk akan segera mengecek ke lapangan dan memberi pengobatan gratis.

Semengara itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi mengerahkan tim untuk memeriksa kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi Ahmad Maushul mengatakan, tim provinsi akan bekerja bersama tim tingkat kabupaten dan kota dalam memeriksa kesehatan hewan-hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha.

Tim akan memastikan hewan kurban yang diperdagangkan dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit mulut dan kuku.

Menurut data Dinas TPHP, ada sekitar 600 hewan ternak yang terserang PMK di Provinsi Jambi. Sebanyak 250 ternak sembuh, 12 ternak dipotong paksa, dan satu ternak mati.


Penulis: Indra
Editor: Joni Rizal



comments