Sabtu, 13 Agustus 2022

Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di Sungaipenuh Dinilai Berjalan Baik

Rabu, 25 Mei 2022 | 10:55:21 WIB


Walikota Sungaipenuh Ahmadi Zubir
Walikota Sungaipenuh Ahmadi Zubir /

 SUNGAIPENUH - Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Tekonologi Nadiem Anwar Makarim telah meluncurkan kurikulum paradigma baru yakni kurikulum merdeka belajar yang mulai diberlakukan sejak tahun 2021 lalu.

Pemberlakukan kurikulum merdeka belajar ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi siswa agar dapat bersaing secara global.

Terkait hal ini Walikota Sungaipenuh Ahmadi Zubir menyebutkan, dengan upaya maksimal yang dilakukan semua pihak termasuk guru, penyebaran kasus positif Covid-19 di Kota Sungaipenuh terus menurun.

Bahkan sejak beberapa bulan lalu Kota Sungaipenuh bertahan pada Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 atau berada pada zona hijau. Kondisi ini mendukung kelancaran pelaksanaan kurikulum belajar disetiap sekolah.

"Alhamdulillah sampai saat ini kita masih berada pada zona hijau, itu artinya sekolah bisa menerapkan kurikulum merdeka belajar dengan baik," ujar Ahmadi, Rabu (24/5).

Ahmadi menuturkan, selain memperhatikan penerapan kurikulum merdeka belajar, semua guru dan tenaga pendidik juga dituntut saling bersinergi dalam mewujudkan Kota Sungaipenuh sebagai pusat pendidikan bagi kabupaten/kota tetangga.

"Beberapa tahun lalu Sungaipenuh sempat menjadi pusat pendidikan bagi Kabupaten Pesisir Selatan, Solok Selatan dan Kabupaten Merangin. Namun seiring perkembangan zaman, simbol sebagai pusat pendidikan ini semakin menghilang," katanya.


Penulis: Dedi Aguspriadi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments