Sabtu, 13 Agustus 2022

Tipu Warga Jambi Rp 19 M, Bos Investasi Lele PT DHD Farm Ditangkap di Jogja

Kamis, 23 Juni 2022 | 07:16:58 WIB


Kepala Cabang PT Darsa Hakam Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama Jambi, Aliman berhasil ditangkap Polda Jambi setelah tiga bulan buron
Kepala Cabang PT Darsa Hakam Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama Jambi, Aliman berhasil ditangkap Polda Jambi setelah tiga bulan buron / Metrojambi.com

JAMBI - Tiga bulan buron, Kepala Cabang PT Darsa Hakam Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama Jambi, Aliman, ditangkap. Dia diringkus dalam pelarian bersama anak dan isterinya di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Aliman menjadi buronan polisi setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Dia diumumkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimum Polda Jambi pada Rabu, 23 Maret 2022.

“Terhadap yang bersangkutan kita lakukan upaya paksa. Kita tangkap di rumah kontrakannya di Bantul, Yogyakarta,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan, Rabu (22/6).

Baca juga : Buronan Kasus Investasi Bodong Pembibitan Ikan Lele Ditangkap di Bantul

Aliman sendiri mengaku sudah satu bulan berada di Bantul. “Saya di sana bekerja mencari nafkah untuk anak dan isteri,” kata Aliman yang diperlihatkan kepada media saat konferensi pers di Mapolda Jambi kemarin.

Dia mengaku menipu sebanyak 16 warga Jambi dalam bisnis investasi budidaya ikan lele. Sebagian korban sudah diperiksa sebagai saksi. “Diperkirakan kerugian korban sekitar Rp 19,7 miliar,” ujar Aliman.

Modusnya, Aliman menawarkan kepada warga untuk berinvestasi usaha ikan lele dengan sistem kolam terpal bioflok. Satu paket kolam seharga Rp 10 juta.

Kontrak kemitraan atau kerja sama dibuat untuk jangka waktu lima tahun. “Setiap 40 hari investor dijanjikan mendapatkan keuntungan Rp 960 ribu selama lima tahun,” jelasnya

Dalam perjalanan, bisnis tidak lancar. Keuntungan yang dijanjikan Aliman hanya berjalan beberapa bulan di awal saja. Setelah itu mulai seret.

Dari hasil penyelidikan ditemukan sebanyak 1.975 kolam plastik terpal yang belakangan disita polisi.  “Lokasinya itu ada di Kebon Sembilan dan Sungai Bahar, bebernya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jambi Kompol Handres menambahkan, Aliman ditangkap pada Minggu (19/6) lalu.  “Ia ke Bantul bersama anak dan isterinya, naik bus dari Jambi dan berhenti di Yogyakarta,” ujarnya.

Kepada polisi, Aliman mengaku pergi ke Bantul untuk bekerja. “Di sana dia kerja di pabrik kelapa,” ungkap Handres.

Di antara barang bukti yang diamankan adalah satu berkas surat penunjukan Kepala Cabang Jambi PT DHD Farm, surat perjanjian kemitraan budidaya, dan kwitansi nota pembayaran kepada Aliman.

Aliman diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara.


Penulis: Ichsan
Editor: Joni Rizal



comments