Rabu, 17 Agustus 2022

Satgas PMK Jambi Optimalkan Penanganan PMK

Rabu, 06 Juli 2022 | 14:13:16 WIB


Gubernur Jambi Al Haris melakukan vaksinasi PMK untuk sapi milik peternak.
Gubernur Jambi Al Haris melakukan vaksinasi PMK untuk sapi milik peternak. / ANTARA/HO-Diskominfo Provinsi Jambi

JAMBI - Satuan Tugas Penyakit Mulut dan Kuku Provinsi Jambi mengoptimalkan penanganan PMK, salah satunya melalui vaksinasi terhadap hewan ternak di daerah itu, dengan target selesai pada Kamis (7/7).

“Saya mengharapkan setiap pihak terkait terus bekerja sama, kerja keras, kerja cerdas, kerja cepat, dan kerja tepat sehingga target pelaksanaan vaksinasi PMK pada tanggal 7 Juli 2022 dapat terealisasi secara optimal,” kata Gubernur Jambi Al Haris, Rabu (6/7).

Ia menjelaskan PMK merupakan penyakit disebabkan virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap atau belah. Hewan ternak tertular PMK ditandai pembentukan vesikel atau lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan kulit sekitar kuku.

Meskipun penyakit tersebut tidak menular kepada manusia, PMK mengakibatkan gangguan terhadap perekonomian masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pemerintah Provinsi Jambi dengan segala upaya bekerja secara ekstra, maksimal, dan seoptimal mungkin menangani wabah itu, salah satunya dengan melaksanakan vaksinasi untuk mengendalikan PMK.
 
Bantuan vaksin dan obat-obatan dari pemerintah pusat untuk penanganan PMK di Jambi, menunjukkan kehadiran pemerintah secara serius dalam pengendalian PMK di Tanah Air.

Provinsi Jambi mendapatkan jatah vaksin PMK dari pemerintah pusat 4.900 dosis.

“Semoga vaksinasi ini dapat mengurangi kerugian ekonomi peternak, peternak dapat lebih tenang dalam mempersiapkan penyediaan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha dengan baik,” kata Al Haris.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi Akhmad Maushul menjelaskan vaksinasi PMK salah satu upaya pemerintah menangani PMK di daerah setempat agar tidak menyebar ke daerah lain yang dapat menyebabkan kerugian para peternak.

Sejak 20 Mei 2022 hingga saat ini, penularan PMK telah terjadi di sembilan di antara 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Penularan PMK di sembilan daerah itu meliputi 37 kecamatan dan 83 desa.

Total 1.308 hewan ternak di daerah itu tertular PMK, terdiri atas 1.240 sapi, 51 kerbau, dan 17 kambing, sedangkan ternak yang sembuh 732 ekor atau 56 persen dari total ternak yang terkena penyakit tersebut.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments