Rabu, 17 Agustus 2022

Belajar Berterima Kasih dan Memaafkan Orang Lain

Rabu, 06 Juli 2022 | 15:25:55 WIB


KH. Abdullah Gymnastiar
KH. Abdullah Gymnastiar / Istimewa

SALAH satu yang perlu dilatih dalam diri kita adalah sikap berterimakasih kepada orang lain. Dalam Islam tidak cukup hanya dengan mengucapkan terimakasih, akan tetapi harus mendoakan orang tersebutdengan mengucapkan jazakumullah khoir. Supaya mungkin mengucapkan terimakasih dengan hati yang tulus.

Jangan menikmati kebaikan orang lain tanpa membalas kebaikannya, meskipun sekecil apa pun. Balaslah kepada orang lain dengan apa saja dan sesuai dengan kemampuan kita. Jangan sampai ketika kita ditolong orang lain secara terus-terusan malah membebani orang tersebut. Kalau kita selalu ingin ditolong tanpa mau membalas kebaikan orang lain, sama saja kita sedang menurunkan martabat kita.

Begitu juga ketika kita memaafkan orang lain, benar-benar dengan hati yang tulus. Ketika orang meminta maaf, kita sudah memaafkan orang lain. Jangan remehkan orang yang meminta maaf kepada kita, menganggap kita adalah orang yang hebat. Tetap bermurah hati dengan kesalahan orang lain, karena kita juga pasti banyak salahnya kepada orang lain. Ada empat pertanyaan sebagai perbaikan dan evaluasi, diantaranya adalah:

Pertama, ketika kita melakukan keselahan, apa yang kita inginkan? Apakah ingin dimarahi atau dicuekan, diberikan masukan dan nasehat dengan lembah lembut? Pasti naluri kita menginginkan dinasihati dengan lembut dan bil hikmah.

Kedua, apakah ketika kita dikoreksi dan dinasihati inginnya didepan orang lain atau ingin secara diam- diam? Jawaban kita pasti secara diam-diam atau secara pribadi, karena kita merasa malu ketika kesalahan kita dicerita didepan orang lain.

Ketiga, apaka kita ingin diungkit-ungkit kesalahan kita di masa lalu? Mengungkit masa lalu orang lain tentu sebuah kepedihan, karena kita tidak tahu bagaimana perjuangan seseorang untuk keluar dari masa lalunya, itu akan meredupkan semangatnya.

Keempat, apakah kita ingin dimaafkan orang lain? maka perlakukanlah orang lain seperti yang kita inginkan, agar orang lain juga memaafkan kita. Bukankah mendengar kebaikan orang lain itu membuatkan kita senang dan bahagia? tetapi ada yang lebih menyenangkan lagi adalah ketika kita sendiri yang melakukan kebaikan tersebut. Jadi marilah kita berusaha untuk menjadi orang yang baik, dengan bersikap berterima kasih dan memaafkan orang lain. Wallahu a’lam bishowab.


Penulis: KH. Abdullah Gymnastiar
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments