Rabu, 8 Februari 2023

Korban Keracunan Sate 154 Orang

Rabu, 03 Agustus 2022 | 06:53:08 WIB


/ Metrojambi.com

MUARATEBO – Jumlah korban keracunan sate saat pawai obor perayaan tahun baru 1444 Hijriah pada Sabtu (30/7) lalu di Desa Tanjung, VII Koto, Tebo, terus bertambah. Dinas Kesehatan Tebo merilis data terbaru jumlah korban per Selasa (2/8) mencapai 154 orang.

Sehari sebelumnya, Dinkes menyebut jumlah korban sebanyak 127 orang. Sebagian mereka dirawat intensif di Puskesmas Teluk Lancang, VII Koto, dan Klinik Fadila Ampalu di Dharmasraya, Sumatera Barat.

Baca juga : Puluhan Anak di Tebo Diduga Keracunan Sate Usai Perayaan 1 Muharram

Di Puskesmas Teluk Lancang dirawat sebanyak 93 orang. Dari jumlah itu, 64 orang dirawat jalan dan sisanya dirawat inap. Di antara yang dirawat inap adalah sembilan orang dewasa dan 20 anak-anak.

Baca versi cetaknya disini

Sedangkan di Klinik Fadila Ampalu dirawat sebanyak 53 orang. Dengan rincian, rawat inap 11 orang dan rawat jalan 42 orang. Di antara yang dirawat inap adalah dewasa 5 orang dan anak-anak sebanyak 6 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Tebo Riana Elizabeth membenarkan adanya pertambahan jumlah korban berdasarkan data terbaru lembaganya. “Sebanyak delapan pasien di Klinik Fadila sudah pulang,” ujar Riana, Selasa (2/7).

Baca juga : Polres Tebo Selidiki Penyebab Keracunan Massal di VII Koto

Sedangkan pasien yang sudah pulang dari Puskesmas Teluk Lancang baru satu orang. Namun, rencananya sebanyak 10 orang lagi akan dipulangkan pada Selasa.

Dijelaskannya, seluruh pasien, baik gejala berat maupun ringan, telah diberikan perawatan melalui cairan infus dan pengobatan sesuai keluhan yang dialami.

“Beberapa orang masih menunjukkan gejala lemas, demam, mual, muntah dan diare,” ungkapnya.

Sementara itu, hasil uji laboratorium terhadap sampel masakan yang diduga sebagai penyebab warga keracunan akan keluar pada Sabtu (6/7) mendatang. Riana menyebutkan, pengujian dilakukan di Jambi.

“Sampel yang diambil untuk uji lab kemarin yakni kuah sate, lontong dan muntahan pasien. Hasilnya akan keluar Sabtu mendatang,” katanya.

Menurutnya, pengujian butuh waktu untuk pembiakan kultur bakteri, jamur dan pemeriksaan kimia lainnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan orang dewasa dan anak-anak di Desa Tanjung, VII Koto, Tebo, keracunan usai mengkonsumsi sate pada malam pawai obor peringatan tahun baru Islam 1444 H.

Tim penyidik Polres Tebo masih menelusuri penyebab keracunan itu. Seperti Dinkes, polisi juga menunggu hasil uji laboratorium terhadap daging dan kuah sate serta air mineral.

Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Rezka Anugras mengatakan, sambil menunggu uji laboratorium, pihaknya juga menelusuri kemungkinan penyebab lain. “Sementara ini penyebabnya diduga bersumber dari sate,” kata Rezka.


Penulis: Suci Ramadhan
Editor: Joni Rizal



comments