Rabu, 8 Februari 2023

Harga CPO di Jambi Naik Rp 115 per Kilogram

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 17:44:02 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Antara

JAMBI - Hasil penetapan tim perumus harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi untuk periode 30 September - 6 Oktober 2022, harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami kenaikan Rp 115 per kilogram dari Rp 10.5281 menjadi Rp 10.696 per kilogram.

"Tim juga telah menyepakati harga sawit umur 10-20 tahun naik Rp81 per kilogram menjadi Rp 2.420 per kilogram dari Rp 4.412, kemudian inti sawit turun Rp 311 per kilogram dari Rp 6.308 jadi Rp 6.997 per kilogram," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal, Sabtu.

Harga ini adalah harga yang diperuntukkan bagi petani yang telah jadi mitra dari perusahaan pengolahan sawit dimana Pemerintah Provinsi Jambi saat ini juga tengah melakukan berbagai persiapan untuk membentuk Satgas Pemantau Harga TBS kelapa sawit yang ada di daerah.

Berikut informasi selengkapnya harga TBS di Jambi untuk TBS usia tanam tiga tahun yang ditetapkan untuk periode kali ini adalah Rp 1.904 per kilogram, usia tanam empat tahun Rp 2.019 per kilogram, usia tanam lima tahun Rp 2.183 per kilogram, usia tanam enam tahun Rp 2.202 per kilogram dan usia tanam tujuh tahun Rp 2.257 per kilogram.

Kemudian untuk usia tanam delapan tahun senilai Rp 2.304 per kilogram, usia tanam 9 tahun Rp 2.350 per kilogram, usia tanam 10 sampai dengan 20 tahun Rp 2.420 per kilogram, usia 21 hingga 24 tahun Rp 2.345 per kilogram dan di atas 25 tahun Rp 2.234 per kilogram.

Naiknya harga TBS, inti sawit dan cpo tersebut diketahui berdasarkan hasil rapat Penetapan harga cpo, TBS, dan inti sawit, yang merupakan kesepakatan tim perumus dalam rapat yang dihadiri para pengusaha, koperasi dan kelompok tani sawit yang berdasarkan peraturan menteri dan peraturan gubernur.

Harga TBS ini sendiri bervariasi tergantung dengan usia masa tanam yang beragam. Kemudian harga ini juga berlaku untuk petani sawit yang telah bermitra dengan pabrik sawit.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments