Minggu, 2 Oktober 2022

Polisi Selidiki Peredaran Uang Palsu di Kualatungkal

Rabu, 01 Desember 2021 | 09:18:09 WIB


/ Metrojambi.com

KUALATUNGKAL – Kota Kualatungkal dan sekitarnya menjadi sasaran peredaran uang palsu (Upal). Akhir tahun 2020 lalu, polisi mengamankan uang palsu dalam jumlah cukup banyak.

Kali ini peredaran uang palsu dengan modus hampir sama dengan yang berhasil diungkap sebelumnya kembali terjadi. Saat itu, pelaku mengedarkan upal dengan cara berbelanja di pasar dan sejumlah toko.

Kasus uang palsu kali ini menimpa Adi, pedagang yang tinggal di di Jalan Asia, Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Tanjungjabung Barat.

Adi menjelaskan uang palsu senilai Rp 150 ribu yang tediri dari uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang diterimanya itu berasal dari pembeli.

"Saya tidak mengetahui siapa pemilik uang palsu tersebut. Salah satu uang palsu itu warnanya sedikit pudar," ujarnya.

Adi mengaku baru mengetahui jika uang itu palsu saat dirinya menyetorkan sejumlah uang ke bank. Ternyata, sebagian uang yang akan disetor ditolak pihak bank, lantaran dua lembar uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu ternyata palsu.

"Saya tahu uang itu palsu pas ke bank. Dan kata orang bank itu palsu," ujarnya.

Usai mengetahui uang itu palsu, Adi lantas mengecek dengan teliti, ternyata uang tersebut lebih tebal dan kasar serta berbeda dengan uang asli.

"Uang palsu ini lebih tebal dan kasar jika dibandingkan dengan uang asli," jelasnya.

Menurutnya, jika dilihat dari pandangan mata saja, orang tidak mengenali jika uang tersebut palsu. "Tidak jauh berbeda, karena ketebalan dan rata uangnya hampir sama, akan tetapi yang satu uang pecahan 50 ribu itu pudar dan pecahan 100 ribu masih baru," katanya.

Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat Iptu Septia Intan Putri mengatakan, saat ini pihaknya telah mendapatkan informasi terkait peredaran uang palsu tersebut.

Iptu Septia menyebutkan, jika uang palsu yang beredar di Tanjab Barat tersebut diedarkan pemain baru.



"Yang pasti pengedar uang palsu ini bukan merupakan pengedar tahun sebelumnya, sejauh ini masih kita lakukan penyelidikan," ungkapnya.

Hanya saja, Kasat Reskrim enggan berkomentar lebih jauh perkembangan kasus ini. Pesan whatsapp yang dilayangkan Metrojambi ke Kasat hanya bercentang biru.

‘’Izin buk kasat, ada perkembangan terbaru tidak buk terkait asal usul uang palsu tersebut buk,’’.

Begitupula saat diminta konfirmasi terkait dugaan uang tersebut berasal dari Jambi, Kasat juga tidak menjawab pertanyaan yang dikirimkan.

Informasi yang beredar uang tersebut berasal dari Jambi yang diedarkan pemain baru.

Kapolres Tanjab Barat, AKBP Muharman Arta mengatakan, bahwa sepanjang tahun 2021 ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait adanya uang palsu meskipun beberapa bulan lalu warganet sempat heboh terkait beredarnya upal.

"Belum ada laporan," kata Kapolres.

AKBP Muharman Arta meminta agar pedagang maupun seluruh masyarakat yang mendapati upal tersebut agar segera melapor.

"Kami lidik dulu, untuk upalnya. Silahkan korban bisa beri keterangan resmi dan kalau tahu pelakunya ataupun menerima upal beri info ke Polres untuk kita tindaklanjuti,’’ ujar Kapolres.

‘’Kita Polres Tanjab Barat menghimbau agar masyarakat terus berhati-hati, dan apabila menemukan segera melapor ke pihak kepolisian," imbau Kapolres.

Untuk diketahui, tahun 2020 lalu, upal di Tanjab Barat sempat tersebar sekitar Rp 1,5 juta dengan pecahan Rp 100 ribu. Saat itu, pelaku yang berhasil diamankan telah mencetak uang palsu tersebut sebanyak Rp 245 juta.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments