Senin, 3 Oktober 2022

Calon Pengantin Kota Jambi Wajib Isi Data Elsimil Untuk Cegah Stunting

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:06:05 WIB


Wakil Walikota Jambi, Maulana pimpin rapat audit stunting Kota Jambi tahun 2022
Wakil Walikota Jambi, Maulana pimpin rapat audit stunting Kota Jambi tahun 2022 / (ANTARA/tuyani)

JAMBI - Pemerintah Kota Jambi mengingatkan pentingnya pengisian data pada aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil atau “Elsimil” bagi calon pengantin guna pencegahan stunting.

Wakil Walikota Jambi Maulana di Jambi, Rabu (10/8/2022) mengatakan, masih banyak ditemukan calon pengantin di Kota Jambi yang belum melakukan pengisian data melalui aplikasi Elsimil.

“Kita masih melihat banyak calon pengantin yang belum mengisi aplikasi Elsimil untuk itu kami minta DPPKB Kota Jambi akan berkolaborasi dengan KUA agar semua calon pengantin wajib mengisi data diaplikasi tersebut,” kata Wawako Jambi saat memimpin rapat audit stunting Kota Jambi tahun 2022.

Wawako menerangkan, calon pengantin wajib mengisi aplikasi Elsimil sebagai upaya penyaringan atau skrining kondisi calon pengantin guna mempersiapkan kehamilan yang sehat.“Supaya nanti kalau hamil kita ada catatan kondisi tubuhnya sehingga bisa antisipasi stunting terhadap calon bayinya dengan kondisi gizinya,” kata Maulana.

Aplikasi Elsimil merupakan salah satu inovasi unggulan dari BKKBN yang bisa diunduh melalui playstore dan ditujukan kepada calon pengantin dan remaja supaya dapat lebih memahami pentingnya pencegahan stunting pada anak bangsa yang akan menjadi pemimpin di masa depan.

Pada rapat audit stunting tahun 2022  Wawako menegaskan percepatan perumahan stunting di Kota Jambi harus ditunjang dengan kolaborasi lintas sektor dan OPD.
Wawako juga mengatakan, pentingnya pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil yakni empat kali di bidan dan 2 kali USG di fasilitas kesehatan mendukung.

“Pentingnya juga edukasi bagi ibu hamil, bayi calon pengantin,” ujarnya.

Wawako telah menginstruksikan  kepada kepala Puskesmas, Camat, Lurah untuk turun langsung jika ditemukan masalah stunting. Semua masalah stunting yang ditemukan harus diselesaikan sampai ke akarnya.“Laporannya harus ditulis agar saya bisa melakukan disposisi untuk penyelesaian apakah permasalahannya terkait ketersediaan pangan, edukasi, penyakit dan lainnya,” terangnya.

Berdasarkan hasil pengukuran elektronik- pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat pada Februari 2022 di Kota Jambi, dari 31.373 balita yang didata sebanyak 221 balita tercatat sangat pendek, dan sebanyak 582 balita masuk kualifikasi pendek sehingga total balita stunting di Kota Jambi sebanyak 803 balita.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments