Minggu, 2 Oktober 2022

Sehari Bisa Hasilkan Dua Hingga Tiga Drum Minyak Ilegal

Rabu, 22 Juni 2022 | 15:27:12 WIB


10 pelaku penambangan minyak ilegal atau illegal drilling di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.
10 pelaku penambangan minyak ilegal atau illegal drilling di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. / Ichsan/Metrojambi

JAMBI - Tim Opsnal Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menangkap 10 orang pelaku penambangan minyak ilegal atau illegal drilling di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu (11/6) malam sekira pukul 22.30 WIB. Pelaku yang ditangkap yakni Dedi (29) sebagai penjaga bak seler, Ahmad Johanes (31) sebagai pemolot, Sumantru Ginting (49) sebagai pemolot, Azman (33) sebagai pemolot, Jaslani (52) sebagai pemolot, Amin Ridlo (28) sebagai pemolot, Sopian Hadi (21) sebagai pemolot, Anjas Mara Sitompul, Daniel Hasiolan Sitompul (20) sebagai pemolot, dan Juanfelik Siagian (22) sebagai pemolot.

"Selain penduduk lokal, pelaku juga ada yang berasal dari Lampung," kata Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Handoyp Yudhy Santoso, Rabu (22/6).

Baca juga : Polda Jambi Tangkap 10 Pelaku Penambangan Minyak Ilegal di Bajubang

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Handoyo, diketahui jika pelaku dalam sehari bisa menghasilkan dua hingga tiga drum minyak, kemudian dijual kembali kepada pengepul.

Ditambahkan Handoyo, lokasi para pelaku melakukan pengeboran di lahan perkebunan. "Mereka itu melakukan pengeboran berpindah-pindah," ujarnya.

Lebih lanjut, Handoyo mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pemodal aktivitas penambangan minyak ilegal itu.

"Siapa pemilik modal masih kita dalami. Dan pengakuan dari para pelaku ini baru pertama kalinya," kata Handoyo.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni 9 unit motor yang telah dimodifikasi, 9 rol tali tambang, 7 buah canting besi, dan 2 buah canting paralon.


Penulis: Ichsan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments