Minggu, 2 Oktober 2022

Pelaku Pernikahan Sejenis Ngaku Sebagai Dokter untuk Memikat Korban

Rabu, 06 Juli 2022 | 21:52:00 WIB


/ Metrojambi.com

JAMBI - Erayani alias Ahnaf Arrafif (28), pelaku pernikahan sejenis menceritakan awal mulanya ia berkenalan dengan dengan istrinya, NA serorang perempuan warga Kota Jambi.

Menurut Erayani, awalnya ia berkenalan dengan NA lewat aplikasi Tantan. Saat perkenalan itu, ia mengaku seorang laki-laki dan berprofesi sebagai dokter lulusan New York bernama Ahnaf Arrafif.

Baca versi cetaknya disini

Saat menjalani pemeriksaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jambi, Rabu (6/7), Erayani mengaku tidak punya motif lain, hanya inginan berkenalan dengan NA.

" Tidak sampai menikah, ingin kenal dekat saja. Awalnya tidak sampai ingin menikah," katanya saat ditanya jaksa.

Setelah dekat, Erayani datang ke Jambi dan menginap di penginapan. Namun orang tua korban memintanya menginap di rumah korban. "Saya menginap di rumahnya dua minggu," ujar Erayani.

Baca juga : Ini Pengakuan Pelaku Pernikahan Sejenis Soal Gelar Akademik di Kartu Undangan

Dua minggu di Jambi, paman korban memintanya untuk menikah siri. Saat itu, Erayani mengaku seorang jejaka kepada keluarga korban.

Ia juga mengaku jika semua biaya pernikahan menggunakan uang keluarga korban. "Uang itu habis untuk keperluan berdua, dari hotel, AC, undangan dan biaya hidup kami berdua," katanya.

Soal tuduhan ia memberikan tindakan medis kepada orang tua korban yang sakit, Erayani membantahnya. Menurut Erayani, ia tidak pernah melakukan tindakan medis kepada orang tua korban yang sakit stroke itu seperti resep obat dan infus.

"Yang memasang infus perawat yang dipanggil ke rumah, bukan saya," kata Erayani yang mengaku sedikit banyak tau dunia kesehatan karena pernah kuliah tapi tidak selesai.

Baca juga : Erayani Trauma Pria

Saat ditanya lagi motifnya mengaku dokter, Erayani mengatakan karena hanya untuk mendapatkan korban. "Hanya untuk mendapatkan korban karena rasa ada rasa suka," ujarnya.

Baju dokter yang dipakai dalam foto praweding dibeli di Kebun Kopi. "Baju dokter itu dibeli hanya untuk praweding karena korban maunya saya pakai baju sesuai prefesi saya," katanya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments