Rabu, 28 September 2022

Dua Bocah Tewas Saat Wisata Keluarga Berupaya Menutupi

Buru-Buru Tinggalkan Puskemas

Senin, 04 Oktober 2021 | 07:11:55 WIB


/ Metrojambi.com

 MUARABUNGO - Dua bocah SD asal Rimbobujang, Tebo, tewas tenggelam saat bermain air di salah satu tempat wisata di Rantaupandan, Bungo, Minggu (3/10). Pihak keluarga berupaya menutupi kasus ini dari berbagai pihak. 

Warga Rantaupandan, Apin, menceritakan bahwa peristiwa nahas itu terjadi di lokasi wisata Pulau Lubuksaung, Lubuk Kayuaro. Menurut Apin, kedua korban yang belakangan diketahui bernama Asmar (10) dan Ayas (11), datang ke lokasi itu bersama keluarga.

Informasi awal yang didapat, saat sedang asyik mandi, kedua anak tersebut  hanyut lalu tenggelam. Mungkin mereka tidak mampu melawan arus air yang deras. Namun, keduanya segera bisa ditemukan oleh keluarga.

“Tenggelamnya dak lama, Bang. Puluhan menitlah, keduanya sudah ditemukan,” ujar Apin.

Begitu ditemukan, Asmar dan Ayas langsung dilarikan ke Puskesmas Rantaupandan, sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian. Namun, nyawa keduanya tak bisa diselamatkan.

Pantauan di lokasi wisata, warga sempat emosi karena keluarga menutupi insiden tersebut. Mereka mengelak bercerita seolah tidak ada kejadian.

“’Lah ketemu yang hanyut apa tidak?” bentak warga sekitar lokasi wisata yang kesal kepada rombongan tersebut. Karena ditanya dengan nada agak keras, mereka menjawab bahwa kedua bocah tersebut sudah dilarikan ke Puskesmas Rantaupandan.

Saat di puskesmas pun warga juga emosi. Setelah mengetahui nyawa keduanya tak tertolong, seorang pria yang mengaku ayah salah satu korban langsung menggendong korban dari ruangan ke dalam mobil pribadi. Begitu pula jasad kedua.

Petugas puskesmas pun tercengang keheranan dan tidak banyak berbuat. Polisi yang hendak mencari informasi pun terlambat selangkah karena kedua mayat sudah dibawa pergi.

“Kami belum sempat mendata nama korban siapa, asal dari mana. Mereka membawa keduanya langsung ke mobil pribadi. Kami sempat tawarkan ambulans, tapi mereka menolak,” ujar seorang petugas.

Beberapa orang yang memvideokan dan memfoto kejadian itu pun mendapat teguran. Mereka meminta tidak disebar ke media sosial. Setelah kedua mayat masuk ke mobil, dengan cueknya keluarga korban langsung berangkat.

Metro Jambi mendapat sebagian informasi dari anggota rombongan yang masih berada di lokasi pemandian tempat korban tenggelam. Saat itu, mereka belum mengetahui bahwa kedua korban sudah tidak bernyawa.

Mereka buka mulut ketika anggota Polsek Rantaupandan menanyakan sejumlah informasi. Salah satu dari pihak keluarga, Eko, mengatakan bahwa rombongan itu sebenarnya dari berlibur ke tempat wisata Dusun Lubukberingin, Bathin III Ulu.

Sepulang dari sana, sekitar pukul 14.00 WIB, mereka melewati pemandian Lubuk Kayuaro. Salah satu anggota rombongan menawarkan untuk mencuci mobil di lokasi tersebut. Anggota rombongan lainnya pun sepakat.

Saat itu, salah satu mobil yang dicuci terpuruk. Mereka pun meminta bantu mendorong. Dua anak yang tenggelam ikut membantu.

Usai membantu mobil tersebut, kedua anak bernama Asmar dan Ayas, yang masing-masing diketahui masih duduk di kelas IV dan V SD, langsung berenang. “Karena pakaian mereka sudah terlanjur basah,” ujar Eko.

Saat itulah keduanya terbawa  arus air dan tenggelam. “Kami juga terkejut, anak bilang ada yang tengelam. Saat itu, kami para orang tua sibuk membersihkan mobil. Awalnya tidak percaya, tapi itulah kenyataan,” cerita Eko.

Anggota rombongan lainnya juga memberikan keterangan senada. Karena belum mengetahui kedua korban sudah tidak bernyawa lagi, mereka tidak tampak panik saat memberikan keterangan.

Tiga anggota Polsek Rantaupandan yang sedang menggali informasi meminta anggota keluarga yang tertinggal itu menyusul ke puskesmas, tanpa mengetahui bahwa korban sudah dinyatakan tewas.


Penulis: mii
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments