Senin, 3 Oktober 2022

Hakim Tolak Eksepsi Tergugat PT HAL

Selasa, 16 Agustus 2022 | 23:08:56 WIB


/ metrojambi

JAMBI – Eksepsi atau keberatan kuasa hukum PT Hutan Alam Lestari (HAL) ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Jambi. Putusan sela ini dibacakan majelis hakim diketui Romy Sinatra, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Selasa (16/08).

Dalam amar putusannya, majelis menolak eksepsi tergugat tentang kompetensi absolut. “Mengadili. Menyatakan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Jambi, berhak mengadili dan memutus perkara a quo,” ucap Romy Sinatra, membacakan amar putusan sela.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim melihat ada hubungan kerja antara penggugat Husin Gideon dan tergugat. Menurut majelis hakim, penggugat pekerja yang diberi upah. Sementara jabatan direktur yang dijabat Husin, merupakan jabatan karir.

“Menyatakan eksepsi tergugat tentang kompetensi absolut haruslah ditolak. Pengadilan Hubungan Industrial Jambi, berhak dan berwenang mengadili dan memutuskan perkara a quo. Memerintahkan penggugat dan tergugat melanjutkan perkara,” sebut Romy membacakan amar putusan sela.

Putusan ini disambut baik oleh penggugat Husin. “Saya bersyukur, Alhamdulillah, gugatan perkara nomor 14 diterima oleh majelis hakim dan memutuskan dengan rasa keadilan dan berdasarkan bukti dan fakta,” katanya.

Sementara kuasa hukum penggugat, Riski Lionanto, menyatakan bahwa majelis hakim sudah memutuskan perkara nomor 14 secara objektif dengan memeriksa seluruh bukti-bukti dari awal.

Pertimbangan adalah surat pengangkatan. “Jadi majelis hakim melihat jabatan direktur penggugat adalah jabatan karir,” terang Riski kepada wartawan usai sidang.

Ditemui terpisah, Ferdian Sutanto, kuasa hukum PT Hutan Alam Lestari (HAL), menghormati putusan sela majelis hakim. Menurut dia, putusan sela mejalis hakim, menyatakan, melanjutkan sidang pada pokok perkara.

“Setelah putusan sela ini, kita akan ajukan pembuktian pada pokok perkara. Sidang berikut kami akan mengajukan bukti-bukti,” katanya.

Sementara untuk pekara nomor 16, sudah ada kesepakatan perdamaian dan pada sidang berikutnya, gugatan akan dicabut. “Untuk perkara 16, ini adalah itikad baik perusahaan,” pungkasnya.


Penulis: Ria
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments