Senin, 26 September 2022

Diperingatkan Presiden Karena Inflasi Tinggi, Ini Tanggapan Gubernur Jambi Al Haris

Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:52:55 WIB


Gubernur Jambi Al Haris
Gubernur Jambi Al Haris / dok/metrojambi.com

JAMBI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masing-masing kepala daerah dengan inflasi tertinggi untuk mencermati secara detil penyebabnya sehingga tingkat inflasi dapat turun hingga ke level 5 persen.

Dalam sambutannya pada pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi 2022 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/8/2022), Presiden Jokowi merinci kelima provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi yakni Jambi berada di 8,55 persen; Sumatra Barat 8,01 persen; Bangka Belitung 7,77 persen, Riau 7,04 persen, dan Aceh 6,97 persen.

Presiden Jokowi memerintahkan agar kepala daerah tingkat kota hingga provinsi dapat mencermati penyebab inflasi yang saat ini menjadi momok di semua negara di tengah krisis pangan.

Menurut Kepala Negara, kepala daerah harus bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) untuk selalu mencari tahu komoditas pangan yang menyebabkan inflasi.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jambi Al Haris langsung melakukan rapat bersama dengan Bupati dan Walikota se Provinsi Jambi.

"Jambi tertinggi inflasinya, dan saya langsung pimpin rapat. Semuanya saya undang dan saya berikan arahan bahwa semua tim satgas pangan di daerah untuk diaktifkan kembali," katanya, Jumat (19/8/2022).

Haris mengatakan, pada saat tim BPS turun ke pasar, memang ada beberapa harga komoditi sedang berada di atas normal seperti cabai dan telur ayam. Namun setelah beberapa hari di cek kembali semuanya harga normal.

"Dan untuk hari ini, harga cukup baik terkendali, saya sudah cek tadi pagi. Memang ada indikasi beras naik, kenapa beras naik karena beras ini beras yang berasal dari luar Jambi yang banyak di konsumsi oleh orang Jambi," katanya.

Ditambahkannya Pemprov Jambi terus mendorong masyarakat Jambi mengkonsumsi beras lokal, seperti beras asal Kerinci dan Tanjab barat, agar harga beras di Jambi stabil.

"Ini langkah kita jelas, kita minta aktifkan kembali satgas pangan di kabupaten/ Kota, kedua pasokan komoditi ini dilihat arusnya, jangan sampai ada yang terhambat arusnya karena jalan rusak," katanya.

Haris menegaskan, salah satu komoditi yang menyumbang Inflasi di Jambi salah satunya yaitu cukai rokok, karena jumlah perokok di Jambi tinggi, sehingga daya beli meningkat dan inflasi Jambi naik.

Untuk menekan Inflasi tersebut, Pemerintah sudah mengambil langkah -langkah, dan mungkin besok atau lusa akan Pemerintah Provinsi Jambi akan mengadakan rapat dengan Bupati dan Walikota. Lanjut Haris, meskipun inflasi di Jambi tinggi tapi ekonomi Jambi tumbuh paling tinggi di Sumatera.

"Jadi inflasi kita tinggi tapi Ekonomi kita tumbuh sebesar 5.41 persen ini tertinggi disumatera," tutupnya.


Penulis: Tri Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments