Minggu, 4 Desember 2022

Hawa Nafsu Itu Karunia Allah, Tetapi Harus Mampu Mengendalikannya

Jumat, 23 September 2022 | 14:00:59 WIB


KH. Abdullah Gymnastiar
KH. Abdullah Gymnastiar / Istimewa

KITA  sebagai manusia berpotensi melakukan apa saja, karena kita adalah manusia yang diberi hawa nafsu. Seseorang yang tidak memiliki hawa nafsu adalah orang yang tidak dianggap normal, yang paling perlu kita lakukan adalah bagaimana mengenali hawa nafsu dan mengendalikannya. Sehingga apa yang dilakukan oleh hawa nafsu itu hanya membawa kebaikan, bukan pada keburukan.

Syahwat misalkan merupakan sesuatu yang penting bagi manusia, kalau dilakukan dengan cara yang benar maka akan bernilai sedekah dan mendapatkan pahala. Namun, jika disalurkan dengan yang tidak halal maka disebut dengan berzina. Kita memiliki beranak pinak dan memiliki keturunan karena melalui syahwat.

Nafsu amarah juga penting dalam diri kita, untuk membela diri, agama, dan keluarga. Namun, kalau tidak bisa dikendalikan akan menimbulkan kerusakan-kerusakan yang luar biasa dan dapat merugikan orang lain.

Atau contoh sederhananya yang sering kali  kita lakukan yaitu nafsu makan, asam urat, kolesterol, diabetes, darah tinggi, yang disebabkan oleh ketidakmampuan kita dalam mengendalikan nafsu makan. Berlebihan dari jumlah yang dibutuhkan, dosisnya sudah berlebihan, sehingga tidak mampu lagi mengendalikan diri.

Misalkan juga terjadinya pembunuhan, karena ia tidak bisa mengendalikan nafsu marahnya yang berakhir zalim kepada orang lain. Kenapa seseorang juga melakukan zina, karena matanya tidak terjaga dari sesuatu yang diharamkan oleh Allah Ta’ala. Tindakan korupsi yang kita lihat hari ini, apakah mereka yang korupsi adalah orang yang miskin? Bukan. Yang melakukan tindakan korupsi itu datang dari orang berpendidikan tinggi, pejabat, dan orang kaya. Merekalah orang-orang yang ingin memiliki sesuatu tidak akan pernah merasa puas.

Jadi hawa nafsu merupakan sesuatu karunia Allah jika kita kendalikan dengan cara yang benar. Coba belajar untuk mengenali hawa nafsu dan bagaimana teknik mengendalikan. Jangan sampai diperbudak oleh hawa nafsu, karena kecenderungan hawa nafsu itu lebih menyukai hal-hal yang buruk, dan akan merugikan diri kita sendiri. 


Penulis: KH. Abdullah Gymnastiar
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments