Jumat, 9 Desember 2022

Gus Yaqut Mewarisi dan Melanjutkan Pemikiran Gus Dur

Kamis, 29 September 2022 | 10:59:13 WIB


/

Oleh: Afrioga Felmi

WARISAN pemikiran KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sampai saat ini terus mengisi wacana keagamaan dan persoalan sosial kehidupan bangsa Indonesia.

Berbagai kalangan berupaya mewariskan dan melanjutkan pemikiran atau perjuangan Gus Dur, dari kaum muda, mahasiswa, pejuang gender, masyarakat sipil, hingga organisasi yang menjunjung tinggi kerukunan umat beragama dan kehidupan masyarakat yang demokratis.

Salah satu yang berupaya mewariskan dan terus memperjuangkan pemikiran Gus Dur adalah Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas atau akrap dipanggil Gus Yaqut.

Ia adalah sosok anak muda yang meneruskan cita-cita Gus Dur dalam menegakkan semangat toleransi dan pelindung bagi minoritas umat beragama di Indonesia dalam kepemimpinannya di lembaga pemerintahan yaitu Kementerian Agama dan Organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) yang ia pimpin, yaitu GP Ansor.

Di lingkungan NU, Yaqut Cholil Qoumas bukanlah nama yang asing. Yaqut adalah tokoh muda di lingkungan NU yang terus memperjuangan dan mengamalkan semangat toleransi dan menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Oleh karena itu, tidak jarang ia mendapat hinaan oleh kebanyakan orang yang tidak mengerti maksud setiap tindakannya, di dunia nyata maupun dunia maya.

Dalam kepemimpinannya, Kementerian Agama diharapkan menjadi teladan bagi semua umat beragama dalam menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan.

Yaqut tidak ingin Kemenag menjadi contoh buruk mengenai toleransi antar pemeluk agama, bagaimanapun ia sadar bahwa Kemenag adalah milik seluruh umat beragama di Indonesia.

Masa kepemimpinan Gus Yaqut di Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yg merupakan sayap pemuda dari NU. Keberadaan banser dan Ansor di NU. Ansor menjadi barisan terdepan dalam membela ulama, menjaga semangat persatuan dan kesatuan Republik Indonesia dan menyebarluaskan spirit saling menghormati antar golongan.

Gus Yaqut mengingat pesan Bung Karno, “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” yang dilawan Gus Yaqut dalam Banser-Ansor saat ini adalah teman teman sebangsa dan setanah air yang mengaku cinta tanah air.

Namun sebaliknya berupaya memecah belah persatuan masyarakat, menyebarluaskan perpedaan dan permusahan antar umat beragama. Maka, Gus Yaqut tidak ragu untuk menyatakan secara tegas persetujuannya terhadap pembubaran organisasi masyarakat HTI yang berupaya mengubah ideologi Pancasila dan landasan bernegara di negara Indonesia.

Tindakan dan keputusan Gus Yaqut dalam beberapa hal tampak mewariskan nilai yang diperjuangkan Gus Dur sebagai tokoh bangsa dan warisan terbaik dari NU. Pemikiran-pemikiran Gus Dur disadari oleh Gus Yaqut tidak akan pernah dapat dipraktikkan tanpa ada keyakinan yang kuat akan kebenaran nilai dan pemikiran yang disebarluaskan kepada publik.

Gus Dur menjungjung tinggi perbedaan dan menjadi garda terdepan dalam memberantas intoleransi antar umat beragam. Hal tersebut tampak dilanjutkan oleh Gus Yaqut dalam memimpin organisasi kepemudaan seperti GP Ansor dan lembaga pemerintahan seperti Kementerian Agama.

Hal tersebut demikian penting dan relevan untuk menyebarkan semangat menghargai perbedaan dan toleransi antar umat beragama baik dimulai dari kalangan anak muda, masyarakat sipil, hingga lembaga pemerintahan seperti Kementerian Agama.

Oleh karena itu, secara singkat upaya dan kebijakan atau keputusan Gus Yaqut yang selama ini mendapat perhatian publik dan tidak jarang disalahpahami oleh masyarakat adalah usahanya dalam melanjutkan dan mewariskan pemikiran-pemikiran bernas dari Gus Dur.


Penulis: Afrioga Felmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments