Jumat, 27 Januari 2023

Upaya Fadhil Berhasil, Batanghari Dapat Kuota PPPK Terbanyak

Rabu, 28 September 2022 | 20:06:25 WIB


Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief
Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief /

MUARABULIAN - Kabupaten Batanghari mendapat kuota terbanyak se-Provinsi Jambi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief saat melakukan pertemuan dengan tenaga pendidik non Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (28/9/2022).

Pertemuan tersebut sengaja dilaksankan oleh Pemerintah Kabupaten Batanghari dalam rangka untuk mengoptimalisasi kinerja para tenaga pendidik non ASN. Khususnya guru honorer Taman Kanak-kanak (TK) negeri dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dalam lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Batanghari.

Adapun tujuan pertemuan dengan tenaga pendidik non ASN tersebut untuk mengikuti petunjuk dan arahan berkenaan dengan tugas pokok dan fungsinya. Serta terkait pengangkatan tenaga honorer guru non ASN atau PPPK sebanyak 950 orang melalui seleksi.

Diketahui, sebelumnya Bupati Batanghari telah mengundang para tenaga pendidik tingkat Sekolah Dasar (SD) negeri.

Turut hadir  Sekretaris Daerah (Sekda) M. Azan, Asisten I M. Rifa'i, Asisten III Asri Yonalsyah, Kadis PDK Zulfadli, Kadis Kominfo Amir Hamzah, Kaban KPSDMD Mula P Rambe, serta para tenaga pendidik non ASN tingkat SMP se-Kabupaten Batanghari.

Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru non ASN sengaja diundang untuk mempercepat proses penerimaan PPPK.

Bupati juga memperkenalkan panitia seleksi PPPK dari jajaran Pemkab Batanghari, yang dalam hal ini BKPSDMD Batanghari yang dipimpin oleh Mula P Rambe.

Dikatakan Fadhil, tidak banyak daerah di Indonesia yang mendapat formasi PPPK dengan kuota banyak. Hal ini dikarenakan adanya keraguan dari pemerintah daerah terkait anggaran untuk gaji PPPK.

"Kabupaten tetangga kita hanya mendapat 120, 141. Tapi di Batanghari, kita usulkan 1.339 disetujui sebanyak 950 orang. Soal tesnya pakai CAT atau tidak berikutnya lagi. Kalaulah formasinya tidak ada, pastilah tidak lulus," kata Fadhil.

Selanjutnya, Fadhil meminta agar guru non ASN tersebut tidak menerima informasi palsu.

"Saya menceritakan ini supaya bapak ibu berfikir logis, sehingga tidak mudah dikasih informasi palsu dikasih janji-janji palsu. Tadi sengaja saya kenalkan pansel daerah ini untuk apa? Kalau ada yang tidak jelas tanyakan ke panitianya, jangan bertanya sesuatu kepada yang bukan ahlinya, bertanyalah ke sumber yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan serta dipertanggunggugatkan," bebernya

Fadhil juga menegaskan, soal seleksi PPPK ini dapat berjalan dengan baik. Ia pun juga menyebutkan bahwa tidak ada kaitan dengan orang dekat.

"Akrab dengan Bupati dia mau nemui saya juga tidak bisa. Kadang-kadang ada sia-sia bersanak (keluarga) dengan Bupati, dak juga lulus inikan kacau jadinya," sebutnya dengan logat Jambi. 

Terakhir, Fadhil juga mengingatkan agar peserta aktif dalam mengikuti seleksi PPPK.

"Pertama harus aktif ikuti seleksi ini, kalau ada yang kurang, cepat dilengkapi," demikian Bupati Batanghari.


Penulis: Pratiwi Resti Amalia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments