Rabu, 8 Februari 2023

Polres Sarolangun Cari Siswa Magang Hilang di Lokasi Tambang Batubara

Senin, 10 Oktober 2022 | 08:57:59 WIB


/ Metrojambi.com/Humas Polri

JAMBI - Aparat kepolisian bersama perwakilan PT Gelora Geoservice Indonesia tengah melakukan pencarian terhadap seorang siswa magang yang hilang di lahan pertambangan batubara saat bekerja di perusahaan yang berlokasi di Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono mengatakan, siswa bernama Ahmad Sabri (17), warga Perumahan Graha Bumi Eka Jaya Blok H3 Kota Jambi itu dinyatakan hilang sejak Rabu (5/10/2022) lalu.

Ditambahkan Anggun, Ahmad Sabri merupakan siswa SMK Muhammadiyah Kota Jambi yang magang di PT Gelora Geoservice Indonesia (GGI).

"Pihak kepolisian, perusahaan, dan keluarga korban masih terus melakukan pencarian," kata Anggun, Senin (10/10/2022).

Pihak kepolisian dan perusahaan serta keluarga korban dalam beberapa hari ini telah mencari keberadaan Sabri, namun hingga saat ini siswa tersebut belum dapat ditemukan. Belum ada informasi atau petunjuk terkait keberadaan korban orang hilang yang didapat polisi.

Pencarian dilakukan mulai dari sekitar lokasi kamp PT RAP - HK, dilanjutkan ke kamp tim pengeboran PT GGI di Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer atau lebih kurang 40 menit dengan jalan kaki ke lokasi tambang batu bara.

"Hingga saat ini Ahmad Sabri belum ditemukan dan masih dalam pencarian," kata Kapolres.

Kapolres juga menyebutkan siswa magang ini membawa telepon genggam dengan nomor 082182535208 dan 083106005873, serta alat GPS dan menggunakan sepatu safety tambang.

Adapun ciri-ciri dari siswa magang yang hilang tersebut adalah memiliki tinggi badan 165 cm, berat badan 55 Kg, warna kulit sawo matang, rambut pendek dengan berpakaian lapangan kerja dan menggunakan sepatu safety.

Kepolisian mengimbau jika ada masyarakat setempat yang menemukan orang dengan ciri-ciri seperti di atas untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.


Penulis: Ant/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments