Selasa, 7 Februari 2023

Hujan Badai Mengancam, Dua Kabupaten Nyatakan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi

Senin, 14 November 2022 | 06:51:02 WIB


/

JAMBI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat Provinsi Jambi mewaspadai potensi hujan lebat yang disertai kilat, petir dan angin kencang. Dua kabupaten telah menyatakan status siaga.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa awal musim hujan terjadi pada September 2022. Sedangkan puncaknya diprediksi terjadi di pada Desember 2022 dan Januari 2023.

Baca versi cetaknya disini

Tidak heran bila dalam beberapa hari ini hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi di Kota Jambi dan Muarojambi. Bahkan pada Minggu (13/11) hujan terjadi sejak siang hingga malam, yang menyebabkan banjir dan longsor di beberapa titik.

Salah satu titik longsor yang sangat signifikan adalah tebing di kawasan Danau Sipin, belakang Kantor Gubernur Jambi di Telanaipura. Tanah longsoran menimbun jogging track di kawasan tersebut sehingga tidak bisa dilalui.

Pantauan pada Minggu (13/11) sore, sebatang pohon yang berada di lokasi itu terancam rubuh. “Bila hujan terus-menerus, pohon ini bisa rubuh dan ini membahayakan,” ujar Husni Thamrim, aktivis lingkungan dari LSM Pinse.

Dia meminta Pemprov dan Pemkot serta Balai Wilayah Sungai Sumatera VI memantau kawasan tersebut. Sebelumnya, untuk mengatasi longsor dan abrasi, BWSS telah membangun tanggul bronjong di tepian Danau Sipin.

Selain di Jambi, hujan disertai petir dan angin kencang juga berpotensi di Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan provinsi lainnya.

Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jambi Dody Chandra mengatakan, memacuki puncak musim hujan dua daerah telah menaikan status siaga bencana hidrometeorologi. 

Dody menyebutkan, dua kabupaten yang menaikan status ke siaga adalah Merangin dan Tebo. Ada dua kabupaten lain yang juga bersiap menaikkan ke status siaga, yakni Muarojambi dan Tanjungjabung Timur.

Dia mengatakan, dengan status siaga di dua kabupaten dan kota, pihaknya juga bersiap menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi Provinsi Jambi. Kini BPBD sedang memetakan daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Dijelaskannya, di Provinsi Jambi terdata 84 desa dan kelurahan rawan banjir. Rinciannya di Bungo sebanyak 15 desa, Merangin 12 desa, Kota Jambi, Muarojambi, Batanghari, Sarolangun, dan Tebo masing-masing delapan delapan desa.

Selanjutnya di Kota Sungaipenuh sebanyak enam kelurahan/desa, Kerinci sebanyak lima desa, serta Tanjungjabung Timur dan Tanjung Jabung Barat masing masing tiga desa.

Sedangkan daerah rawan longsor terdata di 14 kecamatan, yaitu di Kerinci enam kecamatan, Merangin empat kecamatan, serta di Kota Sungaipenuh dan Bungo masing masing dua kecamatan.


Penulis: Tri Suratno/Ant/Joni Rizal
Editor: Joni Rizal



comments