Rabu, 8 Februari 2023

Longsor di Puncak, 6 Jam Mobil Terjebak

Selasa, 15 November 2022 | 06:19:05 WIB


/

SUNGAIPENUH - Hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci pada Senin (14/11/2022) membuat tebing di ruas jalan nasional Sungaipenuh-Tapan, Sumatera Barat, longsor. Ratusan kendaraan terjebak.

Informasi yang dihimpun Metro Jambi, longsor terjadi di Km 27 Puncak, sekitar pukul 10.30 WIB. Badan jalan tertutup meterial longsor, seperti tanah, batu dan pohon besar. 

Baca versi cetaknya disini

Kasat Lantas Polres Kerinci AKP Yudi Stira mengatakan, longsor di Km 27 itu disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi. Katanya, tanah, pohon dan material berbatuan terbawa air hingga menutupi badan jalan.

Akibat, arus kendaraan dari Sungaipenuh pun terhenti total yang menyebabkan antrean panjang. Demikian pula dengan arusan kendaraan dari Tapan.

“Setelah mendapatkan informasi adanya longsor, saya langsung berkoordinasi dengan lintas sektoral, dengan Balai Jalan Provinsi Jambi,” ujarnya. Koordinasi dilakukan untuk mendatangkan alat berat guna meindahkan material longsor dari badan jalan.

Baca juga : Hujan Sebabkan Longsor di Kawasan Puncak Sungaipenuh, Kendaraan Terjebak Macet Berjam-jam

Dia mengatakan, material longsor baru selesai disingkirkan setelah enam jam alat berat bekerja. “Akhirnya, pada pukul 15.30 WIB arus lalulintas kembali normal. Kita minta para pengendara tetap berhati-hati melintasi ruas jalan Puncak karena saat ini curah hujan tinggi,” tutupnya.

Sementara itu, menyikapi ancaman banjir dan longsor, Pemkab Sarolangun menggelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi, Senin (14/11). Pj Bupati Sarolangun Henrizal mengatakan, ada tiga wilayah rawan bencana di daerahnya, yakni wilayah atas, tengah dan hilir.

“Kalau di atas itu boleh dikatakan Batangasai dan Limun yang rawan sekali longsor. Daerah tengah ini sering terjadi banjir kiriman, daerah hilir, Mandiangin, selalu terjadi banjir setiap tahun,” katanya.

Dengan Apel Siaga Bencana, Henrizal menjelaskan, pihaknya akan mempersiapkan tenaga dan peralatan untuk kebencanaan. “Kita siagakan di titik-titik rawan, seperti  alat berat untuk longsor di Batangasai,” tambahnya.

BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencing di Provinsi Jambi pada November 2022 hingga Januari 2023. Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jambi Dody Chandra mengatakan, dua daerah telah menyatakan siaga bencana hidrometeorologi, yakni Merangin dan Tebo.

Dia menjelaskan, di Provinsi Jambi terdata 84 desa dan kelurahan rawan banjir. Rinciannya, di Bungo sebanyak 15 desa, Merangin 12 desa, Kota Jambi, Muarojambi, Batanghari, Sarolangun, dan Tebo masing-masing delapan desa.

Selanjutnya di Kota Sungaipenuh sebanyak enam kelurahan/desa, Kerinci sebanyak lima desa, serta Tanjungjabung Timur dan Tanjung Jabung Barat masing masing tiga desa.

Sedangkan daerah rawan longsor terdata di 14 kecamatan, yaitu di Kerinci enam kecamatan, Merangin empat kecamatan, serta di Kota Sungaipenuh dan Bungo masing masing dua kecamatan.


Penulis: Dedi Aguspriadi/Mario Dwi Kurnia
Editor: Joni Rizal



comments