Rabu, 8 Februari 2023

Dirlantas Polda Jambi: Tugas Kita Sudah Merangkap Dinas PUPR

Senin, 21 November 2022 | 19:40:13 WIB


Alat berat dikerahkan untuk memperbaiki kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Batanghari, yang menjadi penyeban terjadinya kemacetan kendaraan
Alat berat dikerahkan untuk memperbaiki kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Batanghari, yang menjadi penyeban terjadinya kemacetan kendaraan / Metrojambi.com/ist

JAMBI - Masalah kemacetan arus lalu lintas di Kabupaten Batanghari hingga saat ini masih belum tuntas. Hampir setiap hari terjadi kemacetan, terutama di wilayah Muaratembesi hingga Muarabulian.

Seperti pada Senin (21/11/2022), kembali terjadi kemacetan di Batanghari. Bahkan menurut informasi, ada pasien dari Kabupaten Sarolangun meninggal dunia karena ambulans yang membawanya untuk dirujuk ke Jambi ikut terjebak kemacetan.

Banyaknya angkutan batubara yang parkir di pinggir jalan menyebabkan kendaraan lain kesulitan untuk melintas, sehingga terjadi kemacetan panjang.

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Dhafi mengatakan, kemacetan arus lalu lintas di Batanghari dalam beberapa waktu belakangan murni disebabkan jalan rusak.

"Memang dak mampu menampung (kendaraan, red) kalau (kondisi jalan, red) masih rusak," kata Dhafi.

Ditambahkan Dhafi, ia juga telah mendorong Pemerintah Provinsi Jambi untuk segera memperbaiki kerusakan jalan, dengan mengkoordinir perusahaan tambang untuk ikut membantu.

Bahkan Dhafi mengatakan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batanghari telah berupaya memperbaiki kerusakan jalan secara swadaya dengan membawa bahan sendiri dan meminjam alat dari Dinas PUPR untuk pengerasan dan menimbun lubang.

"Jadi tugas kita (polisi, red) sudah merangkap Dinas PUPR sekarang," kata Dhafi.

Lebih lanjut, Dhafi mengatakan pihaknya juga akan mengupayakan agar angkutan batubara yang masih menggantung di jalan agar bisa dipindahkan.

"Sedangkan yang masih di mulut tambang, kita stop dulu sampai ada pemberitahuan selanjutnya. Atau sampai jalan selesai diperbaiki," pungkasnya.


Penulis: Ichsan/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments