Senin, 30 Januari 2023

Tim PPM Unja Ciptakan Tari Kreasi Bagi Masyarakat Legok

Senin, 28 November 2022 | 13:41:25 WIB


Salah satu bentuk gerak tari yang menggunakan properti
Salah satu bentuk gerak tari yang menggunakan properti / Metrojambi.com/ist

JAMBI - Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM), Jurusan Sejarah Seni dan Arkeologi (SESA) FKIP Universitas Jambi pada Sabtu, 26 November 2022 mengadakan pertunjukan seni hasil PPM di aula kantor Kelurahan Legok, Kota Jambi.

Tim PPM beranggotakan para dosen di Jurusan SESA, yaitu Amor Seta Gilang Pratama, S.Sn.,M.Sn (dosen Prodi Sendratasik), Kurniadi Ilham, S.Sn.,M.Sn (dosen Prodi Sendratasik), Dwi Rahariyoso, M.A (Dosen Prodi Sastra Indonesia), Nugrahadi Mahanani, M.A. (dosen Prodi Arkeologi), dan Radius Nopiansyah, S.Sn.,M.Sn (dosen Prodi Sendratasik), membuat program dengan judul 'Penciptaan tari kreasi berbasis tinggalan rkeologi di Kelurahan Legok, Kota Jambi'.

Menurut Amor selaku ketua tim, “ide ini awalnya muncul dikarenakan adanya tinggalan-tinggalan arkeologi di Legok, yang sangat mungkin untuk digarap dalam bentuk karya seni pertunjukan”.

Pemilihan tari kreasi sebagai wujud dari garapan kreativitas adalah, melihat kuatnya potensi para remaja putri di Kelurahan Legok, khususnya di Sanggar Batik Serumpun Berlian, yang merupakan mitra dalam PPM ini. Para remaja putri selama ini belum memiliki karya tari kreasi yang berbasis dari kebudayaan Legok.

“Oleh sebab itu, tim PPM berinisiatif untuk mengeksplorasi tinggalan-tinggalan arkeologi, dan dijadikan sumber untuk menciptakan tari kreasi,” ujarnya.

Karya tari kreasi yang telah diciptakan berjudul Arkhadwipa. Arkhadwipa memiliki arti tanah yang penuh kebahagiaan dan kebermanfaatan. Judul ini dipilih karena dalam karya tari kreasi tersebut, menceritakan tentang perempuan-perempuan yang sedang membatik, dengan ekspresi yang gembira.

Membatik adalah salah satu kegiatan para wanita di Legok, selain menjadi ibu rumah tangga. Sanggar Batik Serumpun Berlian merupakan salah satu sanggar yang bergerak dibidang produksi, dan distribusi batik di Kota Jambi.

Sanggar tersebut merupakan binaan dari Pertamina, dimana harapannya adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan juga meminimalisir kegiatan-kegiatan negatif di Legok. Kelurahan Legok sendiri memang dikenal sebagai daerah rawan akan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Proses kegiatan PPM ini memakan waktu sekitar empat bulan, yang dimulai sejak Agustus 2022. Sebelum menciptakan tari kreasi, tim melakukan mikro riset terhadap salah satu tinggalan arkeologi di Legok, yaitu Makara.

Makara adalah situs yang terbuat dari batu, bentuknya adalah gabungan dari 3 hewan, gajah, buaya, dan burung. Bentuk dari Makara ini, dikreasikan ke dalam bentuk desain, dan dituangkan pada kain properti para penari, yang berjumlah lima orang.

Selain itu, tim juga melakukan observasi terhadap wanita-wanita di legok, khususnya para pembatik. Hal ini dilakukan untuk mencari dan mengeskplorasi, gerak-gerak dalam karya tari kreasi yang hendak dibuat.

Tamu undangan yang hadir dalam acara sosialisasi hasil PPM, turut memberikan apresiasi yang positif.

Zulkarnain, selaku Lurah Legok, menyampaikan bahwa kegiatan PPM ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Legok, khususnya para remaja putri. Ia menyarankan kepada para penari, untuk terus berlatih tari, dan mengembangkan kreativitas.

Dr Supian Ramli, S.Pd.,M.Ag, yang merupakan Wakil Dekan III FKIP Universitas Jambi, dan juga merupakan tokoh masyarakat di Legok, menyampaikan bahwa PPM yang dilakukan ini, sangat membantu pemerintah Kota Jambi dalam meningkatkan sektor pariwisata di sekitaran Danau Sipin.

Oleh sebab itu, karya Tari Arkhadwipa, sebagai salah satu produk seni di Kelurahan Legok, dapat memberikan manfaat. Selain itu, Tinah yang merupakan pimpinan Sanggar Batik Serumpun Berlian turut menyampaikan bahwa, karya tari kreasi yang telah diciptakan dan diserahkan kepada masyarakat Legok, sangat berarti dan bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas para remaja putri.

Acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut, dikahiri dengan penyerahan piagam penghargaan dari tim PPM kepada pihak kelurahan, dan Sanggar Batik Serumpun Berlian.

Setelah itu, acara ditutup dengan foto bersama, dan ramah tamah. Karya tari Arkhadwipa ini rencananya akan di daftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), agar dapat mendapat perlindungan hukum.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments