Rabu, 8 Februari 2023

Jambi Gelar Lomba Perahu Tradisional di Sungai Batang Hari

Selasa, 29 November 2022 | 15:05:20 WIB


Lomba perahu tradisional atau perahu naga.
Lomba perahu tradisional atau perahu naga. / ANTARA

JAMBI - Pengurus provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov Podsi) Jambi bersama Dinas Pemuda dan Olahraga setempat menggelar lomba perahu tradisional atau dragon boat di Sungai Batang Hari, Jambi pada Minggu 4 Desember mendatang.

"Lomba perahu trandisional atau dragon boat itu akan diikuti para atlet dari seluruh Pengurus cabang (Pengcab) PODSI kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi," kata Ketua Umum Pengprov PODSI Jambi Hasan Mabruri, Selasa.

Secara administradi PODSI Jambi telah mengirim surat undangan masing masing ke Dispora dan Pengcab kabupaten/kota dengan harapan dapat mengirim utusan atlet dayung yang akan berlaga di Sungai Batang Hari,.

Hasan Mabruri menunjuk ketua panitia pelaksana Fiet Haryadi untuk membentuk panitia pelaksana perlombaan perahu tradisional agar pelaksanaannya bisa berjalan sukses dan menjadi ajang pencarian bibit atlet berprestasi untuk masa depan Jambi sebagai cabang olahraga andalan peraih medali pada kejurnas dan PON.

Kemudian lomba perahu trandisional ini juga untuk melestarikan perairan Sungai Batang Hari agar terjaga dari kerusakan lingkungan berupa pencemaran serta mempromosikan budaya lokal.

Dispora Provinsi Jambi bekerjasama dengan PODSI ( Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia ) dan Forum Perahu Tradisional menggelar acara lomba perahu tradisional di bantaran aliran Sungai Batang Hari tempat pelaksanaan lomba yang akan digelar Minggu (4/12) diikuti hampir setiap kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Kemudian diharapkan ajang perlombaan perahu tradisional ini dapat dinikmati masyarakat umum sebagai hiburan, dan juga dapat memotivasi akan pentingnya menjaga kelestarian aliran Sungai Batang Hari dari pencemaran yang tidak hanya merusak ekosistem fauna yang berkembang biak di sungai tersebut.

"Karena aliran sungai Batang Hari dimanfaatkan warga untuk melakukan aktifitas mandi cuci kakus (MCK) maka perlu dijaga dari pencemaran," kata Ketua panitia Fiet.

Kegiatan lomba perahu tradisional ini juga mendapat respon dan dukungan penuh dari pemerintah provinsi melalui instansi terkait dan kedepannya agar pelaksanaan lomba perahu tradisional ini dapat digelar di momen pada kegiatan atau acara lainnya.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments