Minggu, 29 Januari 2023

MURI Serahkan Tiga Rekor Dunia Kepada Jambi Pada 2022

Kamis, 29 September 2022 | 21:05:35 WIB


Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hesnidar Al Haris saat menerima rekor MURI dari Customer Relations Rekor Dunia Indonesia (MURI) Lutfisyah Pradana.
Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hesnidar Al Haris saat menerima rekor MURI dari Customer Relations Rekor Dunia Indonesia (MURI) Lutfisyah Pradana. / ANTARA/HO/Melli

JAMBI - Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) telah menyerahkan tiga rekor dunia kepada Pemerintah Provinsi Jambi sepanjang tahun 2022 yakni sajian bubur ayak, bakar jagung dan terakhir parade batik etnis oleh ASN terbanyak.

Customer Relations Rekor Dunia Indonesia (MURI) Lutfisyah Pradana di Jambi, Kamis mengatakan sepanjang tahun ini pihaknya sudah mencatat dan menyerahkan tiga rekor MURI kepada Jambi yang mana untuk hari ini rekor ketiga yang dicatat adalah parade menggunakan batik etnis oleh 10.516 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Provinsi Jambi.

Pemecahan rekor MURI ini dalam rangka memperingati hari batik nasional di Jambi yang dirangkai dengan berhasil memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia berbusana batik Jambi bagi ASN se-Provinsi Jambi.

Asisten I Setda Provinsi Jambi Apani Syaharuddin mengatakan parade batik Jambi didampingi dan dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hesnidar Al Haris dimana parade cinta batik Jambi yang diikuti seluruh OPD 10 ribu peserta.

Apani Syaharuddin mengatakan parade batik ASN itu dimulai dari Simpang Bank Indonesia berjalan kaki sejauh lebih kurang satu kilometer menuju halaman kantor Gubernur Jambi.

Kemudian rekor lainnya yang tercatat yaitu sajian bubur ayak terbanyak yang digelar disepanjang jalan utama tepatnya di pinggiran Sungai Batanghari atau di depan rumah Dinas Gubernur Jambi dan para pembuat bubur ayak juga menggunakan busana adat Jambi agar terlihat unik dan rekor MURI lainnya adalah bakar jagung terbanyak yang dilaksanakan di pinggir danau Jangkat Kabupaten Merangin, Jambi.

Sementara itu Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jambi Johansyah menyampaikan banyak sumber-sumber potensi pengrajin batik selama ini belum terangkat dan melalui kegiatan ini menjadi solusi untuk pengrajin batik.

"Yang paling penting gerakan cinta batik ini merupakan gerakan yang wajib oleh masyarakat provinsi Jambi dalam mencintai karya anak bangsa khususnya daerah Jambi dan juga mengangkat ekonomi," ujarnya.

Gerakan cinta batik Jambi berlangsung selama 29 September hingga 2 Oktober 2022 dengan rangkaian kegiatan pameran Batik Kuno Jambi, gelar produk UMKM, pasar murah dan vaksinasi booster.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments