Minggu, 5 Februari 2023

Bea Cukai Dukung Ekspor Madu Jambi ke Singapura

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:48:20 WIB


Ekspor madu lebah dari Jambi melalui pengiriman cargo kargo dari Bandara Jambi
Ekspor madu lebah dari Jambi melalui pengiriman cargo kargo dari Bandara Jambi / (ANTARA/Nanang Mairiadi)

JAMBI - Kantor Wilayah Bea Cukai Jambi mendukung ekspor madu lokal hasil alam dan budidaya petani lebah di provinsi itu ke Singapura dan Malaysia.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Jambi Wijang Abdillah, Rabu, mengatakan pihaknya mendorong pelaku usaha untuk bisa melakukan kegiatan ekspor komoditas khas Jambi. Salah satunya yang dijalani PT Clpta Lebah Berkah (CLB).

Pada Rabu (30/11/2022) PT CLB melepas  ekspor sebanyak 250 kilogram madu ke Singapura dengan menggunakan jalur pengiriman barang yang dilengkapi dokumen resmi.

"Kantor Bea dan Cukai sesuai instruksi Menteri Keuangan RI mendorong kegiatan ekspor dari wilayah kerja masing-masing dengan membantu para pelaku untuk mendapatkan izin resmi pengiriman barang ke luar negeri , seperti yang dilakukan Ibu Nurlela sebagai eksportir madu asal Jambi," katanya.

PT CLB merupakan binaan dari Kantor Bea dan Cukai Jambi serta semua pihak terkait untuk bisa mengekspor madu ke Singapura. Kali ini ekspor ke Singapura melalui kargo maskapai  penerbangan Garuda dari Bandara Jambi.

Wijang mengatakan jika pelaku usaha ada kendala terkait dokumen ekspor maka diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai Jambi. Pihaknya siap membantu hingga pelaku dapat melakukan ekspor sesuai dengan prosedur baku.

"Sebelumnya produk madu Ibu Nurlela belum memiliki dokumen resmi dan kami bantu hingga selesai mendapatkan dokumen resmi sehingga saat ini sudah bisa mengekspor," katanya.

Pimpinan PT CLB Nurlela mengatakan untuk bisa ekspor madu lebah perlu melakukan standardisasi sesuai ketentuan dan aturan. Ia menyebutkan untuk melakukan pengiriman madu ini sangat rentan sekali, mudah terfermentasi sehingga perlu standardisasi  pengolahannya.

Petani dan pelaku usaha madu lebah di Jambi butuh edukasi standardisasi tersebut. Ia  mencontohkan kebiasaan panen madu yang langsung dimasukkan ke galon. Hal itu kurang pas karena madu itu mudah dan cepat terfermentasi sehingga kualitasnya bisa rusak .

Pihaknya telah melakukan standardisasi mulai dari produksi madu hingga pengirimannya.

Ia mengaku cukup banyak permintaan madu lebah dari luar negeri namun selama ini terkendala kelengkapan dokumentasi pengiriman. Dokumen itu melibatkan institusi mulai dari BPOM, Balai Karantina Pertanian, Bea Cukai serta pihak lainnya.

Dia mengatakan harus ada keyakinan dan harus berkoordinasi dengan semua pihak untuk bisa melengkapi dokumen resmi pengiriman ekspor madu lebah. Pihaknya harus menjamin ketahanan dan penyimpanan madu hingga ke tangan konsumen.

Usaha madu Nurlela dirintis sejak 2018. Dengan luas lahan dua ratus hektare di kawasan Danau Lamo Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, PT CLB bisa panen madu lebah tiga hingga lima ton setiap bulan.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments