Senin, 6 Februari 2023

Kenalan di MiChat, Warga Merangin Jadi Korban Pemerasan

Minggu, 04 Desember 2022 | 20:42:19 WIB


/ Metrojambi.com/ist

JAMBI - Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Merangin pada 29 November 2022 lalu menangkap seorang pria bernama Rijali Indra Kesuma Dalimunthe (30), warga Padang Sidimpuan, Sumatera Utara.

Rijali yang tersangkut kasus pemerasan dan penggelapan mobil itu ditangkap di rumah orang tuanya di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Kasat Reskrim Polres Merangin AKP Lumbrian Hayudi Putra mengatakan, penangkapan didasarkan atas laporan korban bernama Idayati, warga Merangin.

Lumbrian mengungkapkan, kasus ini bermula saat korban dan pelaku berkenalan lewat aplikasi MiChat. Perkenalan itu kemudian berlanjut dengan komunikasi yang intens melakui aplikasi WhatsApp.

Kemudian pada 8 November 2022, pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan di malam hari. Keduanya pun janjian bertemu di Bank BRI Kampung VI Margoyoso, Merangin.

Namun sebelum bertemu, pelaku meminta korban meminjam atau merental mobil untuk digunakan jalan-jalan. Menanggapi permintaan pelaku, korban lantas pergi ke rumah kakaknya yang bernama Misman.

Setelah berkonsultasi dengan kakanya, korban lantas menelepon sepupunya yang bernama Jono untuk meminjam mobil. Setelah mendapat persetujuan Jono, korban lantas berangkat menemui korban dengan mengendarai motor Yamaha Mio.

Tidak lama kemudian, Jono juga tiba di lokasi dengan mengendarai mobil Toyota Avanza dengan STNK menempel di kunci kontak. Setelah bertegur sapa, korban dan pelaku masuk ke dalam mobil, sedangkan Jono pulang dengan mengendarai motor korban.

Korban dan pelaku awalnya jalan- jalan ke arah Muarabungo, dan sepat berhenti di Alfamart Desa Mampun Rantaupanjang untuk berbelanja. Kegiatan kerban dan pelaku juga sempat terekam CCTV Alfamart tersebut.

Setelah puas jalan-jalan, korban dan pelaku pulang ke Margoyoso. Sesampainya di jembatan Kampung VI Margoyoso, saat kondisi hujan dan sepi, pelaku menghentikan mobil dan langsung melancarkan aksinya.

"Pelaku meminta handphone dan dompet korban. Pelaku juga memaksa korban turun dari mobil dengan ancaman akan dibunuh jika tidak mau menurut," beber Lumbrian.

Karena takut, korban lantas menuruti permintaan pelaku. Setelah korban turun dari mobil, pelaku langsung kabur ke Tapanuli Selatan.

Sementara itu, korban langsung pulang ke rumah kakaknya. Kejadian yang dialaminya lantas diceritakan korban kepada kakaknya, termasuk kepada Jono dan anggota keluarga yang lain.

Pihak keluarga korban lantas mencari informasi, dan diketahui jika pelaku bekerja di PT KPAL. Keluarga korban juga sempat mencari keberadaan mobil hingga ke kawasan pemukian Suku Anak Dalam (SAD).

Karena pencarian tidak membuahkan hasil, korban bersama Jono lantas melapor ke Polres Merangin pada 25 November lalu.

"Atas perbuatannya pelaku disangkakan dengan Pasal 368 KUHP atau Pasal 362 KUHP atau Pasal 372 KUHP," kata Lumbrian.

Terkait kasus inin Polres Merangin juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah kotak hp, 1 buah remote kunci mobil yang dicuri, 3 lembar surat keterangan dari leasing Adira Finance, 1 helai kaos hitam milik pelaku yang digunakan saat melakukan kejahatan dan satu buah flashdisk yang berisikan rekaman CCTV. 


Penulis: Ichsan
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments