SAROLANGUN - Ribuan guru di Kabupaten Sarolangun hingga saat ini masih berstatus honorer atau tenaga kontrak daerah (TKD).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sarolangun, Helmi mengatakan, mereka tersebar mengajar mulai dari tingkat TK- PAUD, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Jumlah TKD atau honorer di Dinas Pendidikan termasuk tenaga pendidik itu semuanya 2.332 orang. Dari jumlah itu 2.000 an adalah tenaga pendidik atau guru,” kata Helmi, Selasa (17/1/2023).
Dengan adanya rencana penghapusan honorer di tahun 2023 ini, menurut Helmi tentu itu akan berdampak terhadap proses belajar mengajar diwilayahnya mengingat masih banyaknya guru yang berstatus honorer.
Helmi mengaku untuk mengatasi persoalan itu Kementerian Pendidikan telah mendorong melalui program pengangkatan PPPK.
“Jadi dapat dibayangkan apabila benar-benar diberhentikan akan menimbulkan persoalan,” ujarnya.
Selain itu, dalam seleksi PPPK ditahun 2022-2023 Pemerintah hanya menyediakan 60 kuota dan berjanji akan berupaya meningkatkan jumlah rekrutan PPPK dalam pembukaan ke depan.