Sabtu, 28 Januari 2023

Remaja 15 Tahun Jual Anak 11 Tahun, dari Tungkal Dibawa ke Sabak, Dipaksa Layani Lelaki Tak Dikenal

Rabu, 25 Januari 2023 | 07:19:51 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

KUALATUNGKAL - Kepolisian Resor Tanjung Jabung Barat menyelidiki kasus perdagangan remaja perempuan di bawah umur oleh pelaku yang juga masih di bawah umur. Terduga pelaku adalah perempuan berusia 15 tahun, korbannya berusia 11 dan 14 tahun.

Kasus ini terungkap dari laporan RK, orang tua salah satu korban yang berinisial C (11), ke Polres Tanjab Barat. Korban lainnya, yang berinisial L (14), adalah keponakan RK. Sedangkan terduga pelaku berinisial J (15), yang masih dalam pencarian polisi.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Padli membenarkan adanya laporan tindak pidana perdagangan anak di bawah umur ini. “Saya sudah panggil Kasat Reskrim. Sudah saya arahkan untuk gerak cepat dalam penanganannya,” ujar Padli, Selasa (24/1/2023).

Kasus itu tertuang dalam laporan ke Polres Tanjab Barat bernomor STPL/B-9/I/2023/SPKT/Polres Tanjab Barat/Polda Jambi. Laporan dibuat pada Sabtu (21/1/2023), tentang tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

RK sendiri kepada wartawan menceritakan bahwa awalnya, pada Rabu (18/1/2023), dia melaporkan kehilangan anak dan keponakannya ke Polres Tanjab Barat. Katanya, anak dan keponakannya itu tak ada kabar sejak Senin (16/1/2023).

Selain melaporkan kehilangan, warga Tungkalilir, Tanjab Barat, ini juga terus berupaya menghubungi anak dan kerabat mereka. Baru pada Sabtu  (21/1/2023), sekitar pukul 08.00 WIB, anaknya menghubungi RK.

Saat itu sang anak mengaku sedang berada di Kota Jambi. RK pun langsung menghubungi keluarganya di Kota Jambi dan meminta untuk menjemput anaknya. “Kami juga berangkat dari Tanjab Barat ke Jambi,” ujar RK, Selasa (24/1/2023).

Keluarga akhirnya berhasil menemui C di suatu tempat di Kota Jambi. Waktu itu dia sedang bersama temannya. Sang anak pun langsung menceritakan apa yang dialaminya selama menghilang, yang menyulut emosi ayahnya.

“Bapaknya kesal dan marah,” kata RK. Dari cerita sang anak, ujar RK, awalnya pelaku berinisial J --yang mirisnya juga adalah remaja perempuan-- pada Minggu (15/1/2023) mengajak C jalan-jalan.

Keduanya lalu menginap di tempat tinggal teman laki-laki J. “Keesokan harinya, pelaku dan anak saya menjemput keponakan saya untuk diajak ke Muarasabak, Tanjab Timur,” ucap RK.

Sampai di suatu tempat di Muarasabak, kata RK, anak dan keponakannya sempat menanyakan untuk apa mereka sana. Saat itu, J berkata kepada L dan C bahwa dia berkuasa terhadap keduanya.

Kata RK, J mengancam akan membiarkan kedua korbannya pulang sendiri jika tidak menuruti keinginannya. “Anak dan keponakan saya diancam waktu itu sama pelaku,” tegasnya.

Karena takut diancam, L dan C pun mengikuti kemauan J. Apalagi, mereka tidak mengetahui sedang berada dimana. Di lokasi itulah, kedua remaja ini dipaksa berhubungan seksual dengan laki-laki yang tidak mereka kenal. 

“Pengakuan anak saya, kalau tidak mau menuruti pelaku, mereka berdua langsung dipukuli, diancam, bahkan dikunci di dalam kamar,” ungkap RK.

Dia berharap polisi segera menangkap J dan menyeret pelaku lain yang telah menyetubuhi anak dan keponakannya itu.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Joni Rizal


TAGS:


comments