Minggu, 29 Januari 2023

Sekda Dukung Herlambang Jadi Guru Besar, Kuasa Hukum Bantah Isu Mundur Direktur RSUD

Rabu, 25 Januari 2023 | 07:29:57 WIB


Halaman muka koran Metro Jambi edisi Rabu 25 Januari 2023
Halaman muka koran Metro Jambi edisi Rabu 25 Januari 2023 / Metrojambi.com/ist

JAMBI - Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman menyatakan belum mendapat konfirmasi soal kabar Herlambang hendak mundur dari jabatan Direktur RSUD Raden Mattaher. Namun Sekda mendukung bila Herlambang memang memilih kembali berkarir sebagai dosen.

Sudirman mengatakan, saat ini Herlambang sudah berstatus doktor dan tercatat sebagai dosen di Universitas Jambi. Karena itu, lanjut dia, lebih pas apabila Herlambang merintis jenjang karir di perguruan tinggi hingga menjadi guru besar.

“Kita dukunglah, misalnya Pak Herlambang mengajukan pengunduran diri ke Gubernur dari jabatan Direktur (RSUD). Kita tunggu tertulisnya. Saya dukung itu,” tegas Sekda kepada sejumlah wartawan, Selasa (24/1/2023).

Hanya saja, kabar rencana Herlambang mengundurkan diri dari jabatan Direktur RSUD Raden Mattaher dibantah tegas oleh Fikri Riza, kuasa hukum Herlambang.

“Itu tidak betul. Sampai hari ini tidak ada Pak Herlambang menyatakan mundur dari jabatan Direktur RSUD Raden Mattaher,” tegas Fikri Riza yang dihubungi Metro Jambi, Selasa (24/1).

Jabatan dan status kepegawaian Herlambang disorot karena sebagai Direktur RSUD Raden Mattaher dia bukan pegawai Pemprov Jambi. Herlambang masih berstatus sebagai pegawai Kemendikbud Ristek, yakni sebagai dosen Universitas Jambi.

Karena mengikuti seleksi terbuka untuk mendapatkan jabatan Direktur RSUD Raden Mattaher, Herlambang tidak dikenakan ketentuan penugasan PNS tanpa mutasi status pegawai.

Karena itu, Sekda Sudirman mengirim surat yang meminta dokter spesialis obstetri dan ginekologi itu memilih kembali sebagai dosen Unja atau mengurus pindah status pegawai (misbar).

Namun, Herlambang menolak memilih. Dia melemparkan bola kembali ke tangan Gubernur yang saat ini sedang umrah. Dengan kata lain, dia menunggu apakah Gubernur akan mencopotnya dari jabatan Direktur RSUD atau ada solusi lain.

Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Jambi Saiful Roswandi menyarankan Gubernur Jambi Al Haris mencopot Herlambang. Sebab, kata dia, penetapan jabatan Herlambang itu salah sejak awal.

“Sudah salah dari awal itu. Gubernur harus segera mencopot, diganti Plt (pelaksana tugas) karena Gubernur yang berwenang mengangkat dan memberhentikan,” tegas Saiful.

Menurut dia, tim seleksi lelang jabatan Direktur RSUD Raden Mattaher tidak mengetahui peraturan sehingga Herlambang diterima. “Artinya, keterpilihannya hari ini tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Dia menyayangkan tim seleksi tidak mencermati Permen PAN RB Nomor 62 Tahun 2022 saat menyeleksi Herlambang yang dilantik pada 25 Mei 2022 lalu itu.

“Ini sudah salah semuanya. Yang menyetujui salah, yang minta persetujuan juga salah, yang menerima seleksinya juga salah,” kata mantan aktivis mahasiswa yang pernah menjadi wartawan ini.


Penulis: Tri Suratno
Editor: Joni Rizal


TAGS:


comments