PERISTIWA

Gudang Minyak Ilegal di Jaluko Terbakar

JAMBI - Gudang penampungan dan pabrik pengolahan minyak ilegal di Kecamatan Jambi Luar Kota, Muarojambi, terbakar hebat, Senin (18/10) siang. Api baru berhasil dipadamkan setelah mengamuk sekitar empat jam.

Informasi yang dihimpun Metro Jambi, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, di RT 16 Kelurahan Pijoan. Api dan asap tebal terlihat membubung tinggi di salah satu pojok kawasan yang berada di tengah-tengah hutan dan kebun itu.

Sejumlah petugas dan dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi yang terletak di kawasan yang dikenal dengan julukan Bukit Pembunuhan itu. Satu unit dikerahkan dari Pos Damkar Sengeti, satu unit lagi dari Pos Pijoan.

Petugas berjibaku memadamkan api yang mengamuk liar dan sulit dikendalikan itu. “Apinya terlalu besar,” ujar Sekretaris Satpol PP dan Damkar Muarojambi Herman Susilo. Selain mobil damkar, petugas juga mengoperasikan sejumlah mesin pompa air.

Lurah Pijoan Susilawati mengaku sudah mendapat laporan soal kebakaran itu, tetapi belum mengetahui pasti penyebabnya. Dikonfirmasi soal kabar bahwa gudang dan pabrik tersebut mengolah minyak ilegal, dia belum bisa memastikan.

“Kami belum tahu status minyak itu. Info pasti secara resmi belum dapat dari yang berwenang. Masalah ini kami serahkan ke pihak yang berwajib,” ujarnya.

Camat Jaluko Rino Oetami memastikan bahwa kebakaran terjadi di gudang minyak. “Informasi yang saya dapat, gudang itu tempat penimbunan minyak ilegal , tapi sayo belum dapat informasi kebenarannya. Kita serahkan ke pihak yang berwenang,” ujarnya.

Dari foto dan video amatir yang beredar, terlihat api membakar di dekat dua tangki penampungan  yang diperkirakan berkapasitas masing-masing 10 ribu liter.

Tampak pula banyak kolam, yang sebagian berisi minyak mentah dan selang bergeletakan di berbagai sudut.

Warga sekitar menyebut, bangunan tersebut selama ini dipakai untuk gudang dan tempat pengolah minyak mentah asal Bungku, Kabupaten Batanghari, dan sekitarnya.  Di dalam kawasan itu juga terlihat banyak toren yang biasa digunakan untuk mengangkut dan menampung minyak mentah.

Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja  mengungkapkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WIB. Tidak ada korban jiwa. Lokasi kebakaran dipasangi police line.

gudang minyak ilegal tersebut dikelola oleh seorang berinisial BS, warga Kota Jambi. “Untuk meyakinkan, kita sudah periksa Pak RT di sini sebagai saksi,” ujar Yuyan.

Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk menjerat BS. Sayangnya, saat petugas tiba di lokasi, para pekerja kabur melarikan diri.

Menurut Yuyan, lokasi tersebut sudah pernah ditertibkan pada awal 2020. “Dua minggu lalu saya juga perintahkan Polsek untuk memeriksa gudang ini, ternyata kosong,” katanya.

Diakuinya, pemilik tempat penampungan minyak ilegal tersebut bermain minyak di saat polisi sibuk terlibat penanganan pandemi Covid-19. 

Ditanya penyebab kebakaran, Yuyan mengatakan bahwa pihaknya masih mengolah tempat kejadian perkara  untuk memastikan asal mula api. “Biasanya adalah korsleting dari peralatan mereka,” ujarnya.

Dia memastikan bahwa gudang dan pabrik minyak ilegal tersebut akan dibongkar dan ditutup.

Sejumlah kawasan di Muarojambi dan pinggiran Kota Jambi diduga menjadi lokasi pengolahan minyak ilegal asal Bungku dan sekitarnya. Sejauh ini, keberadaan usaha-usaha ilegal tersebut seperti tidak tersentuh hukum.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Ahmad Fauzi meminta agar gudang-gudang dan pabrik minyak ilegal tersebut ditindak. Apalagi, minyak-minyak oplosan yang beredar luas di masyarakat sangat merugikan pengguna kendaraan.

Fauzi Ansori mendesak aparat penegak hukum melakukan sweeping terhadap gudang minyak ilegal. “Kita mendorong Dinas ESDM melakukan langkah-langkah penertiban sesuai kewenangannya,” pungkas Fauzi.

Penulis: nov/sdp/chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj

Selasa, 19-10-2021
comments