DAERAH

Harimau Pemangsa Ternak di Merangin Ditangkap, Warga Khawatir Masih Ada yang Berkeliaran

BANGKO – Seekor harimau yang sebelumnya diduga telah memangsa sejumlah ternak warga di Dusun Malipunjaya, Desa Nalogedang, Kecamatan Nalotantan, Kabupaten Merangin berhasil ditangkap, Kamis (21/4).

Eko Saputra, warga yang dipercaya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi untuk mengawasi perangkap harimau mengatakan, ia baru mengetahui jika ada harimau yang tertangkap setelah masuk perangkap sekira pukul 05.30 WIB.

“Tugas saya memeriksa dan memberi makan kambing yang diletakkan dalam perangkap sebagai umpan. Tadi pagi setelah Salat Subuh, saat mau memberi makan umpan saya melihat harimau sudah masuk perangkap,” kata Eko saat dikonfirmasi.

Perangkap yang dipasang sejak 1 April lalu diletakkan di kebun sawit milik salah seorang warga yang jauh dari pemukiman. “Alhamdulillah kerja keras kita membuahkan hasil,” ujar Eko.

Sementara itu, Kepala Dusun Malipun Jaya Budi Harto mengatakan, meski seekor harimau berhasil ditangkap, namun warga masih merasakan kekhawatiran. Dikatakan Budi, diduga masih ada harimau yang masih berkeliaran di daerah itu.

“Masih ada kekhawatiran. Yang tertangkap kan baru seekor. Kami melihat masih ada jejak harimau di lokasi kandang kambing milik pak Mislani. Terakhir tiga ekor kambing diterkam. 1 ekor dibawa ke hutan, dua ekor ditinggalkan dikandang. Sepertinya, harimau itu masih datang melihat hasil buruannya kemaren yang dua ekor itu. Dan jejaknya masih ada,” beber Budi.

Kepala SKW 1 BKSDA Jambi Udin Ikhwanudin belum berhasil dikonfirmasi. Sementara, salah seorang petugas BKSDA, Iwan membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, Dusun Malipun Jaya sejak lama memang menjadi kawasan habitat harimu sumatera.

“Kami memastikan bahwa harimau yang tertangkap adalah harimau liar. Sejak dulu, Dusun Malipun Jaya itu masuk dalam areal perlintasan harimau sumatera. Ini kawasan habitat mereka. Jadi wajar jika sering terjadi konflik dengan warga,” ujar Iwan.

\"Kami akan terus melakukan penangkapan agar tidak ada lagi konflik antara harimau sumatera dengan warga,” pungkasnya.


Penulis: fdy
Editor: Ikbal Ferdiyal
Editor Video : Brilliant Wicaksono

Kamis, 21-04-2022
comments