HUKUM

Prostitusi Anak Jambi-Jakarta; Korban Dijual Rp 3 Juta

JAMBI - Bisnis prostitusi anak kembali terungkap. Mirisnya, anak-anak yang diperdagangkan berumur 13-15 tahun. Sedangkan mucikarinya baru berusia 19 tahun. Jumlah korbannya mencapai 13 anak.

Empat tersangka pelaku diamankan oleh Polresta dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi. Mereka adalah S alias K (52) ,warga Jakarta; R (36) ,warga Kota Jambi; PIS (19), warga Kota Jambi; dan ARS (15), warga Kota Jambi.

“S merupakan pelaku utama. R dan PIS merupakan mucikari, dan ARS pelaku anak,” kata Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi kepada wartawan, Senin (27/12).

Kasus ini terungkap bermulai dari laporan warga kehilangan anak pada 4 Desember 2021. Dari penyelidikan diketahui bahwa anak tersebut berada di Jakarta. Eko menyebutkan, anak itu dijual kepada tersangka S.

“Sejauh ini ada dua laporan yang kita terima, dengan korban 13 orang, usia 13-15 tahun. Tidak tertutup kemungkinan korban bertambah,” kata Eko.

Eko menjelaskan, S awalnya berhubungan dengan dua perempuan, R dan PIH. Kemudian S meminta R dan P mencarikan anak di bawah umur yang bisa ditiduri.

Setelah didapat, korban difasilitasi ke Jakarta, baik lewat jalur darat maupun jalur udara. “Korban dibayar Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta,” ungkap Eko.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa S sudah melancarkan aksinya selama satu tahun belakangan. “Dari hasil pemeriksaan diketahui, korban mau dijual karena tergiur mendapatkan barang-barang dengan mudah, seperti HP dan lainnya,” tandasnya.

Selain di Polresta Jambi, kasus ini juga dilaporkan ke Polda Jambi. Sejauh ini ada dua laporan yang masuk ke Ditreskrimum Polda Jambi.

“Cerita awalnya sama, kehilangan anak. Setelah kita proses, ternyata mucikari dan pelaku di Jakarta sama dengan yang diamankan Polresta Jambi,” kata Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan.

Selanjutnya, kata Kaswandi, penanganan kasus ini dilimpahkan ke Polresta Jambi. “Kami akan back up penyidik Polresta untuk pengembangan,” kata Kaswandi.

Kaswandi mengatakan, awalnya pelaku utama berhubungan dengan mucikari. Kemudian dijadikan jaringan untuk mencari korban anak. \"Korban dibujuk rayu dengan dijanjikan dibelikan sesuatu,\" tandasnya.

Aktivis perlindungan anak dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Kota Jambi, Meri Marwati, menyebut bahwa kasus ini sangat luar biasa karena korbannya banyak dan masih di bawah umur.

“Kita memberikan pendampingan untuk meminimalisir dampak yang dialami oleh para korban,” kata Meri. Terungkap, korban tidak hanya dari Kota Jambi. “Ada juga dari daerah pinggiran, seperti Kumpeh dan lainnya,” ujarnya.

Amsarnadi dari LPAI Provinsi Jambi menyebut kasus ini melibatkan pedofilia. Pihaknya juga akan fokus pada pendampingan psikologi para korban. “Agar tidak jadi trauma berkepanjangan,\" pungkasnya.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj

Selasa, 28-12-2021
comments