PERISTIWA

Sepak Bola Maut, 6 Orang Tersangka

Semuanya Panitia, Salah Satunya Anak Anggota DPRD

MUARATEBO - Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus sepak bola maut di Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Teboilir, Kabupaten Tebo. Tersangka terakhir diumumkan pada Minggu (28/8), yakni Hasan Basri (27).

Kapolres Tebo AKBP Fitra Mega mengungkapkan, Hasan Basri diketahui ikut memukul Yamanto alias Ogah (42), korban yang tewas dalam kericuhan pada turnamen sepak bola Teluk Rendah Cup tersebut.

Sebelumnya, pada Sabtu (27/8), Kapolres sudah merilis lima tersangka. Mereka adalah Bustari (45), Mirsyad (38),  Firdaus (30), Yuni Albiansyah (31), dan Indra Mubarok (31). Ironisnya, seluruh tersangka, termasuk Hasan Basri, adalah panitia turnamen.

Indra Mubarok diketahui adalah anak dari anggota DPRD Provinsi Jambi asal daerah pemilihan  Bungo-Tebo, Muhammad Amin. Amin adalah anggota Fraksi Golkar yang duduk di Komisi IV.

Fitria Mega menyebut, semua tersangka diamankan di Mapolres Tebo. Dia juga menguraikan peran masing-masing tersangka. Hasan Hasri diketahui mengarahkan jotosan ke Ogah saat korbannya dilarikan ke mobil pikap.

Dia menyarangkan tinjunya sebanyak tiga kali yang membuat Ogah pingsan. Bersama Hasan, Mirsyad juga ikut menyarangkan dua pukulan ke belakang kepala Ogah. Sedangkan Bustari memukul punggung Ogah dengan sebatang kayu bulat.

Firdaus diketahui ikut memukul Ilhamudin, anak Yamanto, yang mengalami luka. Dia mengeroyok Ilham bersama Albiansyah dan Indra. Albiansyah menerjang, sedangkan Indra memeluk dari belakang, memukul dan membanting Ilham.

Fitria Mega mengatakan bahwa seluruh pelaku  akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP subsider pasal 351 KUHP.

Menurut dia, pada Kamis, 25 Agustus 2022, sekitar pukul 16.00 WIB, pertandingan Teluk Rendah Cup sedangkan berlangsung. Dua klub yang bertanding adalah tim Desa Bulu Kasab, Marosebo Ulu, Kabupaten Batanghari, melawan Tim Desa Tuoilir, Teboilir, Kabupaten Tebo.

Bentrok berawal pada jam turun minum usai babak pertama. Suporter kedua tim saling ejek. Salah satu suporter dari Desa Tuoilir diamankan oleh panitia. Melihat suporter ditahan, suporter lainnya protes.

Sehingga, bentrok antara suporter dan panitia pun terjadi. Kedua belah pihak saling lempar batu dan kayu. Di antara yang terlibat bentrok adalah Yamanto dan Ilhamuddin.

Berdasarkan penjelasan resmi Polres Tebo, Ilhamudin hari itu menonton bersama isteri dan anaknya. Dia masuk ke lapangan karena melihat ayahnya dipukul. Karena terluka, Ilham dipapah ibunya untuk pulang ke rumah.

Namun, di perjalanan dia mendapat laporan bahwa ayahnya, Yamanto alias Ogah, terkapar berlumuran darah. Menurut Fitria Mega, darah keluar dari kepala dan di sela-sela jarinya.

Ilham pun menyelamatkan ayahnya. Yamanto dibawa ke bidan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Usai pertolongan bidan, Yamanto dibawa ke RSUD Tebo, namun meningal dunia.

“Kondisi korban atas nama Ilhamudin mengalami luka di bagian kepala. Saat melaporkan kejadian ke polisi, dia sudah divisum,” ujar Fitria Mega.

Kasus ini menjadi atensi Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono. Kedua pejabat itu turun langsung ke Tebo untuk menyelesaikan masalah ini pada Jumat, 26 Agustus 2022.

Kapolda dan Danrem mengumpulkan kepala Desa Tuoilir dan Desa Teluk Rendah Pasar. “Saya harap tidak ada dendam antar kedua desa, yakni Desa Tuo Ilir dan Desa Teluk Rendah Pasar,” ujar Kapolda.

Korban Yamanto dan Ilhamuddin adalah warga Tuoilir yang pada hari kejadian mendukung tim sepak bola desa mereka. Sedangkan semua panitia yang terlibat pengeroyokan Yamanto dan Ilhamudin berasal dari Desa Teluk Rendah Rasar.

“Kita harapkan kejadian tersebut diselesaikan dengan hukum yang berlaku,” jelas Rachmad Wibowo.

Penulis: Suci Ramadhan

Editor: Joni Rizal

Editor Video : Brilliant Wicaksono

Senin, 29-08-2022
comments