DAERAH

Sirkuit Zabak Siap untuk Event Nasional

MUARASABAK – Sirkuit balap motor yang baru dibangun di Tanjungjabung Timur sudah diujicoba dan dinyatakan layak untuk menggelar event bertaraf nasional. Hanya saja, beberapa bagian dari arena balap yang diberi nama Sirkut Zabak itu masih dikerjakan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanjabtim Dedy Armadi mengatakan, pada 2021 masih ada dua item pekerjaan yang sedang berjalan, yaitu pembangunan lintasan balap dan pagar batas sirkuit.

“Kemungkinan lintasan balap akan selesai 100 persen bulan ini. Dua item itu dianggarkan sebesar Rp 18,7 miliar dari APBD Tanjabtim. Untuk lintasan Rp 15,7 miliar dan pagar Rp 3 miliar,” kata Dedy.

Sirkuit Zabak dibangun sejak 2017 di areal seluas 22 hektar. Sebelumnya sudah disuntikkan dana Rp 1,8 miliar pada 2018 dan Rp 50 miliar pada 2019. Sebagian proyek ini dikerjakan oleh PT Gunungsari Kawimas.

Dedy berharap, begitu pandemi Covid-19 berakhir, pembangunan sirkuit bisa terus dilanjutkan. Dia juga berharap ada suntikan dari pemerintah pusat dan atau memanfaatkan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Tanjabtim.

“Sejak 2017 pembangunan sirkuit ini bersumber dari APBD Tanjabtim. Makanya untuk tahun depan kita berupaya melalui dana CSR,” sebutnya.

Sirkuit ini diharapan bisa dimanfaatkan pada tahun ini, bahkan direncanakan bisa dipakai untuk event balap motor nasional. Antara lain, Kejurnas Motoprix Piala Presiden. Selain lintasan, sirkuit ini akan dilengkapi tribun penonton dan paddock pembalap.

Untuk memenuhi standar nasional, kata Dedy, pengawasan pembangunannya melibatkan tenaga ahli dari IMI Pusat dan IMI Provinsi Jambi.

“Dengan lintasan dan sarana yang ada, sirkuit ini sudah memenuhi standar minimal untuk diadakan event. Namun, kita akan tetap berusaha melengkapi fasilitas sesuai dengan desain perencanaannya, seperti tribun penonton, klinik, gapura dan lain-lain,” jelasnya.

Untuk rencana Kejurnas Motorprix Pila Presiden, pihaknya sudah berkoordinasi dengan IMI. Katanya, IMI meminta pelaksanaan pada 20-21 November 2021.

Namun, lanjut Dedy, pihaknya masih mempertimbangkan situasi Covid-19. “Dalam Minggu ini kita akan rapat. Setidaknya, pembentukan panitia terlebih dahulu dan persiapan serta kelengkapan kegiatan,” tukasnya.

Ketua IMI Provinsi Jambi Syafrudin menyebutkan, ada beberapa sarana pendukung yang dibutuhkan di Sirkuit Zabak. “Kalau sirkuitnya sudah layak untuk digunakan. Hanya saja, masih ada sarana pendukung prioritas yang harus dipenuhi,” ujarnya, Senin (20/9).

Pemkab Tanjabtim, kata dia, sedang berupaya memenuhi sarana pendukung yang sangat dibutuhkan itu, seperti tribun penonton, pagar pembatas sirkuit, paddock, dan lainnya. “Paddock memang belum ada, kemudian ada juga kekurangan pada tanda-tanda lintasan,” bebernya.

Diakuinya, karena memang memerlukan dana besar, pembangunan sirkuit tersebut dilakukan secara bertahap. “Kita sadar bahwa untuk membangun sirkuit tidak segampang membangun sarana lain,” jelas Syafrudin.


Penulis: nng/chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj

Selasa, 21-09-2021
comments